Righ Header

Pendidikan Indonesia di Era Masyarakat Informasi; Ke mana arah pendidikan kita?

Kemana arah tujuan Pendidikan kita?
Sejauh mana ketercapaian dari tujuan Pendidikan kita?

Invasi teknologi informasi dan komunikasi membuat lahirnya fenomena-fenomena baru dalam masyarakat kita. Dalam ruang keindonesiaan kita akhir-akhir ini muncul banyak trend pekerjaan baru seperti; youtuber, web developer, online shop marketer, trader, endorser,content writer dan lain sebagainya. Rekaman transaksi pekerjaan berbasis jejaring per Januari-September 2017 sebesar Rp.12,375,- triliun, pada tahun 2018 meningkat drastis sebesar Rp.31,6 triliun. (tirto.id)

Fakta-fakta diatas memberikan bukti bahwa masyarakat Indonesia secara bertahap bertransformasi ke dalam bentuk masyarakat informasi. Masyarakat yang menggunakan teknologi informasi dan komunikasi dengan intensitas yang sangat tinggi. Model masyarakat ini memiliki ciri-ciri berupa; masif dan intensnya pemakaian IT dalam kehidupan sehari-hari, munculnya industri kreatif berbasis informasi sehingga memunculkan model-model pekerjaan baru, fleksibilitas ruang dan waktu, dan semakin biasnya batas kultural antar komunitas.(Theories of information society, Frank Webster)

Masyarakat informasi Indonesia ini melahirkan generasi baru yang booming dengan istilah generasi millenial. Generasi yang lahir mulai dari tahun 2000-sekarang(Neil Howe dan Strauss). Databook katadata pada tahun 2016 mengangkat kurang lebih 84,75 juta dari 258 juta jiwa penduduk Indonesia adalah usia 15-39 tahun artinya sekitar 32% penduduk Indonesia adalah masuk generasi milenial yang produktif. (databook katadata).


Lalu seperti apa karakteristik generasi ini? 1) freedom;mereka menginginkan ruang bagi diri mereka untuk bebas melakukan apa yang mereka inginkan. 2) customization and innovation; kecenderungan untuk mempersonalisasikan segala sesuatu dan meningkatnya kreativitas generasi ini, 3) speed; kecepatan merupakan kunci dalam segala interaksi sosial mereka. 4)scrunity dan integrity; keterbukaan menjadi hal yang fundamental dalam interaksi sosial mereka. Keterbukaan informasi menuntut lingkungan mereka juga turut terbuka.(Net generation:Grown Up Digital)

Sedikit tambahan mengenai latar keindonesiaan kita saat ini. Lihat ilustrasi ;


Indonesia saat ini masih berkutat dengan revolusi industri ke 3. Dimana banyak tenaga kerja sektor industri yang menggunakan otomatisasi alat-alat mekanis yang dikendalikan oleh orang dibelakang komputer. Saat ini, perindustrian Indonesia harus bersiap dengan datangnya new revolusi industri, revolusi industri ke 4 (industry revolution 4.0). Dimana otomatisasi alat-alat mekanis semakin canggih tanpa harus ada perintah manual (manual order) dari orang dibelakang komputer tetapi cukup tanamkan sistem yang nantinya membuat alat-alat tersebut bekerja sesuai dengan sistem yang telah ditulis yang dikenal dengan AI(artificial intellegence) atau kecerdasan buatan dan didukung oleh IoT(internet of thing) atau kendali jarak jauh via net serta sistem databese cloud computing.

Sekilas latar belakang pendidikan Indonesia sudah dipaparkan diatas, saatnya kita mendiskusikan model pendidikan indonesia saat ini dan alternatif pendidikan Indonesia di masa depan. Dasarnya dari komponen pendidikan yaitu ada tujuan pendidikan, lingkungan, pendidik, peserta didik, materi, metode dan media/alat untuk mendidik. Setelah mengetahui tujuan pendidikan Indonesia dan sekilas latar belakang keindonesiaan terkini lalu sejauh mana pendidikan kita mengakomodasi kebaruan yang ada? Bagaimana pendidikan kita berusaha atau seharusnya mengakomodasi segala kebaruan ini? Konsep apa yang sudah ditawarkan pemerintah? 

Contributed by: M. Amirrudin
Artikel ini dibuat untuk memantik diskusi rutinan KSiP (Kelompok Studi Ilmu Pendidikan) Edisi tanggal 20 November 2018

Post a Comment

0 Comments