Righ Header

Integrasi SBK MI dengan Agama


Seni Budaya dan Ketrampilan (SBK) dan PAI, merupakan dua mata pelajaran yang relatif berdekatan antara satu dengan yang lainnya. Dalam mata pelajaran SBK, aspek budaya tidak dibahas secara tersendiri tetapi terintegrasi dengan seni. Karena itu, mata pelajaran SBK pada dasarnya merupakan pendidikan seni yang berbasis budaya.

Pendidikan Agama Islam sendiri tidak terlepas dari yang namanya unsur seni dan budaya. Tidak sedikit, ayat-ayat Al-Qur’an yang menjelaskan mengenai seni dan budaya. Bahkan Al-Qur’an sendiri, bisa dikatakan hasil dari seni tingkat tinggi yang diciptakan oleh Allah SWT. Perkembangan seni dan budaya dalam Islam di dunia, telah melewati masa yang sangat panjang sejak awal mulanya sampai sekarang ini.

Madrasah sebagai salah satu institusi pendidikan Islam yang sengaja didirikan dan diselenggarakan dengan hasrat dan niat untuk mengejawantahkan nilai-nilai Islam, tentunya merasa terpanggil dan memiliki tanggung jawab moral dan akademis untuk ikut memberikan konstribusi guna menyiapkan generasi penerus dan pemimpin masa depan yang lebih berakhlak mulia. Salah satu bentuk konstribusinya adalah dengan melalui pengembangan pendidikan yang berusaha melakukan integrasi mata pelajaran SBK dengan Pendidikan Agama Islam.



Konsep dasar pendidikan seni pada dasarnya dapat dibagi dalam dua kategori, yaitu seni dalam pendidikan dan pendidikan melalui seni. Seni Budaya dan Keterampilan (SBK) merupakan salah satu muatan yang diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Dalam mata pelajaran Seni Budaya, aspek budaya tidak dibahas secara tersendiri tetapi terintegrasi dengan seni. Karena itu, mata pelajaran Seni Budaya pada dasarnya merupakan pendidikan seni yang berbasis budaya.

Pendidikan Seni Budaya dan Keterampilan diberikan di sekolah karena keunikan, kebermaknaan, dan kebermanfaatan terhadap kebutuhan perkembangan peserta didik, yang terletak pada pemberian pengalaman estetik dalam bentuk kegiatan berekspresi/berkreasi dan berapresiasi melalui pendekatan: “belajar dengan seni,” “belajar melalui seni” dan “belajar tentang seni.” Peran ini tidak dapat diberikan oleh mata pelajaran lain.

Pendidikan Seni Budaya memiliki sifat multilingual, multidimensional, dan multikultural. Pendidikan Seni Budaya dan Keterampilan memiliki peranan dalam pembentukan pribadi peserta didik yang harmonis dengan memperhatikan kebutuhan perkembangan anak dalam mencapai multikecerdasan yang terdiri atas kecerdasan intrapersonal, interpersonal, visual spasial, musikal, linguistik, logik matematik, naturalis serta kecerdasan adversitas, kecerdasan kreativitas, kecerdasan spiritual dan moral, dan kecerdasan emosional.

Al-Qur’an merupakan kitab suci umat Islam yang diturunkan ke bumi sebagai petunjuk dan pedoman seluruh umat manusia. Al-Qur’an merupakan kalam Allah SWT, sesungguhnya telah mencakup seluruh ilmu yang ada di seluruh dunia ini.

Ada beberapa strategi pembelajaran dengan penanaman nilai-nilai ajaran Islam yang dapat dilakukan dalam pembelajaran mata pelajaran Seni Budaya dan Ketrampilan di SD/MI, yaitu:

a. Selalu menyebut nama Allah

Sebelum pembelajaran diawali dengan membaca basmalah (bismillahirrohmanirrohim). RPP memuat secara tertulis penyebutan/pengucapan basmallah dan membaca doa belajar. Kemudian pada setiap tahap demi tahap dalam pembelajaran SBK MI serta ketika mengakhiri kegiatan pembelajaran diupayakan ditutup secara bersama-sama dengan mengucap hamdalah (alhamdulillah). Tenaga pendidik atau pengajar hendaknya selalu mengingatkan kepada peserta didik betapa pentingnya kita selalu ingat, mengatas namakan Allah untuk segala aktivitas dan bersyukur kepada Allah setelah selesai beraktivitas.

b. Penggunaan istilah

Istilah dalam Seni Budaya dan Ketrampilan di MI sangat banyak. Diantara istilah tersebut dapat dinuansai dengan peristilahan dalam ajaran Islam, antara lain: penggunaan nama (Ahmad, Fatimah, Khotijah), peristiwa yang mengandung seni (pembuatan istana Nabi Sulaiman), benda-benda seni (kaligrafi, masjid, menara, makam Nabi/Wali).

c. Ilustrasi visual

Alat-alat dan media pembelajaran dalam mata pelajaran Seni Budaya dan Ketrampilan di MI dapat divisualisasikan dengan gambar-gambar atau potret yang islami. Misalnya: dalam membahas tentang kerajinan tangan dapat dicontohkan dengan pembuatan kaligrafi di masjid, dalam membahas mengenai seni tarik suara dapat dicontohkan dengan seni membaca Al-Qur’an (tilawah, tartil, dll) dan sholawat, dalam membahas mengenai keindahan alam dapat dicontohkan dengan foto gunung, lautan, dll.

d. Aplikasi atau contoh

Dalam menjelaskan suatu kompetensi dapat menggunakan bahan ajar dengan memberikan contoh-contoh aplikatif. Misalnya dalam pembahasan tentang keindahan alam dapat disisipkan ayat-ayat Al-Qur’an tentang kebesaran ciptaan Allah. Seperti Al-Qur’an surat Yasin ayat 81. Pembahasan tentang kerajinan tangan dapat disisipkan surat Saba’ ayat 13.

“ Dan tidaklah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi itu berkuasa menciptakan yang serupa dengan itu? benar, Dia berkuasa. dan Dialah Maha Pencipta lagi Maha mengetahui.” (QS: Yasin: 81)

“Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakiNya dari gedung-gedung yang Tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap (berada di atas tungku). Bekerjalah Hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang berterima kasih”. (QS: Saba’: 13)



e. Menyisipkan ayat atau hadis yang relevan

Dalam pembahasan materi tertentu dapat mengutip ayat-ayat Al-Qur’an yang relevan, contoh : SBK MI Kelas 1

· Kompetensi Inti :

  Menerima, dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya
· Kompetensi Dasar:
  Merasakan keindahan alam sebagai salah satu tanda-tanda kekuasaan Tuhan.

“Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, melainkan dengan benar. dan Sesungguhnya saat (kiamat) itu pasti akan datang, Maka maafkanlah (mereka) dengan cara yang baik.” (QS: Al-Hijr: 85)


f. Penelusuran sejarah

Penjelasan suatu kompetensi dapat dikaitkan dengan sejarah para Nabi yang ada di Al-Qur’an. Seperti: sejarah Nabi Sulaiman dan Ratu Bilqis, sejarah Umar bin Khattab masuk Islam, dll.

Post a Comment

0 Comments