Righ Header

Bagaimana cara mendisiplinkan anak ?

Mendidik anak merupakan perkara yang tidak mudah, terutama bagi seorang ibu. Karena ibu merupakan madrasah pertama bagi anak. Pendidikan pertama yang diterima oleh seorang anak adalah pendidikan dari ibunya sendiri.

Untuk itu sebagai seorang ibu sudah semestinya dapat menjadikan dirinya sebagai seorang ibu yang cerdas bagi anak-anaknya. Menurut penelitian modern, seorang ayah membawa gen Y sedang ibu gen X. Dan kecerdasan yang dimiliki seorang anak terdapat pada gen X yang berasal dari seorang ibu. Awal mula peran seorang Ibu dalam menentukan kecerdasan yaitu melalui mitokondria. Mitokondria sendiri berasal dari sel telur bukan sperma. Secara garis besar, investasi seorang Ibu dalam diri anak mencapai 75%. Meski investasi seorang Ibu dalam diri anak mencapai 75%, tetap saja dalam mendidik dan mengasuh buah hati adalah tanggung jawab kedua orangtua yaitu ayah dan ibu. 
cara untuk mendisiplinkan anak

Tugas seorang ayah dan ibu dalam mendidik buah hati diantaranya yaitu mengajarkan anak agar dapat memiliki sifat disiplin. Membentuk anak yang memiliki sifat displin merupakan tugas yang sejatinya tidak mudah untuk diterapkan begitu saja. Karena untuk dapat menumbuhkan sifat disiplin pada anak membutuhkan waktu serta proses yang tidak sehari dua hari dapat diterapkan. Mendidik anak untuk dapat memiliki sifat disiplin berarti mempersiapkan diri seorang anak agar anak tersebut berkarakter tangguh dan jauh dari kata manja.

Lalu bagaimana cara menumbuhkan disiplin pada anak?

Berikut tips yang dapat anda lakukan:


1. Menjadikan diri anda sebagai teladan

Sebelum mendidik anak agar dapat disiplin, alangkah baik jika diri anda sudah lebih dulu mendisiplinkan diri. Karena anda sebagai model bagi anak yang setiap harinya dilihat dan diperhatikan anak anda. Bahkan tidak menutup kemungkinan anak anda akan meniru anda.

2. Membuat peraturan dengan anak


Dalam hal ini sebagai contoh. Setiap hari anak anda harus bangun pagi lalu membereskan tempat tidur. Buatlah peraturan yang dapat disepakati antara keduanya, misalnya jika ia tidak membereskan maka ia harus menerima sanksi yang sekiranya tidak memberatkan anak.

3. Harus konsisten terhadap kesepakatan yang sudah dibuat

Jika suatu ketika anak anda melakukan hal yang menyimpang dengan peraturan yang telah disepakati, maka peraturan tersebut dapat anda jadikan sebagai tameng agar anak anda tidak melakukan hal tersebut.

Baja juga: Ramadhan Sebagai Bulan Pembentukan Karakter Mulia

4. Bersikap tegas

Bersikap tegas dapat mempertahankan konsistensi anak untuk tetap mengikuti peraturan yang telah disepakati bersama. Jika sesekali anda bersikap iba karena rengekan anak, maka seterusnya anak anda akan melakukan hal tersebut sebagai senjata untuk mengendurkan peraturan yang telah disepakati.

5. Memberi reward atau hadiah

Jika anak anda dapat mengikuti peraturan yang telah disepakati, maka ia berhak mendapat hadiah sebagai tanda bahwa anda mengapresiasi usahanya. Dengan begitu, anak juga akan lebih semangat untuk lebih mendisiplinkan diri. Karena ia merasa bahwa dirinya dihargai atas usahanya.

6. Menghindari hal yang menyakiti anak

Jika anak anda melakukan pelanggaran. Maka jangan sesekali memberinya hukuman yang dapat menyakiti anak. Baik menyakiti fisik maupun batin. Hindari hukuman yang bersifat dengan kekerasan fisik, serta hindari dari perkataan kasar yang dapat menyakiti hati anak. Tetap diingatkan dengan memberikanya nasihat secara tegas bukan kasar.

Post a Comment

0 Comments