Righ Header

Siapakah Sosok Eric Schmidt?



Eric Emerson Schmidt lahir di Wasington pada 27 April 1955, Eric lahir dari keluarga akademis. Ibunya bernama Elanor, dia adalah sarjana psikologi. Sedangkan ayahnya

Bernama Wilson Schmidt, ia adalah seorang profesor di bidang ekonomi. Eric tumbuh menjadi anak yang pintar, karena dari garis keturunannya ia terlahir didalam keluarga yang mementingkan pendidikan. Setelah Eric lulus Yorktown Highschool,ia pun melanjutkan ke salah satu Universitas paling terkenal di dunia, Princenton University.


Eric lulus sarjana elektrik pada tahun 1976, kemudian melanjtukan ke Universitas Of California, Berkley dan menamatkan jenjang strata dua ini pada tahun 1979. Dia tidak puas dengan belajarnya yang sampai strata dua,kemudian dia melanjutkan sampai ke Strata tiga di Universitas yang sama. Dan sejak saat itu ia sering dipanggil dengan gelarnya, Dr.Eric Schmidt. Eric lulus sarjana elektrik pada tahun 1976, kemudian melanjutkan ke Universitas Of California,Berkley dan menamatkan jenjang strata dua ini pada tahun 1979. Dia tidak puas dengan belajarnya yang sampai strata dua,kemudian dia melanjutkan sampai ke Strata tiga di Universitas yang sama. Dan sejak saat itu ia sering dipanggil dengan gelarnya, Dr.Eric Schmidt.

Pada Maret 2001 pendiri Google Larry Page dan Sergey Brin mengajak Eric untuk bergabung di perusahaannya. Mereka terkesan dengan kemampuan Schmidt,sehingga Schmidt ditempatkan sebagai Board of Direcrors Google. Lima bulan kemudian barulah Schmidt ditunjuk menjadi CEO Google pada Agustus 2001.

Google sedikit demi sedikit berubah menjadi perusahaan raksasa di bawah kepemimpinan Eric Schmidt. Ia sukses mengembangkan berbagai layanan Google dan memperoleh banyak uang. Layanan adsense yang hadir sejak 2003 yang mampu mempermudah para website untuk mendulang pendapatan adalah karya dari Schmidt. Di sisi lain layanan ini juga jadi mesin uang bagi Google. Sebanyak tiga puluh persen pendapatan Google di kuartal empat 2010 berasal dari Adsanse,juga keputusan untuk mengakuisisi Youyube di tahun 2006 seharga 1,65 miliar berbuah hasil manis.

Semakin canggih Google juga semakin berkembang, buktinya di tahun 2003 Pyra Labs si pembuat Blogger diakuisisi. Setahun kemudian Google meluncurka Gmail yang didukung oleh Google search dan membeli keyhole yang bertujuan menjadikan Google Earth. Perkembangan Google memang sangat cepat. Setahun setelah menjadikan Google Earth, setahun kemudain Google meluncurkan karyanya berupa Google Maps, dan segera menambah citra satelit serta direksi langkah demi langkah untuk mencapai tujuan, serta Gtalk dan RSS reader Google reader. Kalender, picasa, dan dokumen muncul setelah perusahaan ini mengakui web –based word processing writely.

Selain itu pada tahun 2005 Google mengakuisisi Android dan mengklaimnya sebagai sistem oerasi Open Source untuk generasi baru di smartphone. Sejak itulah Google memasuki dunia smartphone dengan sisitem operasi baru sekaligus andalannya yaitu Android yang mana perusahaan ini ingin menggapai kesuksesan dibidang yang belum pernah dicobanya.

Pada waktu beberapa tahun belakangan ini, kehidupan kita seperti takjub, terpesona dan terpengaruh oleh sebuah perusahaan kelas dunia yakni Google. Baik dalam hal search engine nya (yang hampir dapat menyediakan semua informasi yang kita perlukan), juga aplikasi berbagi video secara gratis “Youtube”, dan yang paling booming adalah 30

“Android”. Android yang diwakilkan dengan si Robot Hijau ini, memang luar biasa kemajuannya, sangat cepat dan sangat masif. Tahukah Anda, bahwa ternyata Google sengaja membuat urutan versi dari Android mirip seperti urutan huruf abjad dan pasti berhubungan dengan makanan dan minuman, baik dengan tujuan untuk mempermudah mengingatnya, menarik perhatian, dan yang pastinya membuat penasaran Kita akan nama versi Android berikutnya.

Widget akan lebih interaktif dengan fungsi yang lebih beragam dan tidak hanya pasif menunggu informasi dari penguna. Gerakan tangan dan jari juga bisa digunakan untuk menggulung layar secara 3D untuk menyusun konten termasuk operasi navigasi yang lebih menyenangkan.
(Ulfah Dwi Astuti)