Righ Header

5 Metode Efektif Bagi Pengajaran Sekolah Inklusif

Tidak semua anak yang dilahirkan di dunia ini selalu mengalami perkembangan normal. Banyak di antara mereka yang dalam perkembangannya mengalami hambatan, kelambatan maupun terlalu mengalami kemajuan pada tahapan usianya. Kelompok inilah yang kemudian dikenal sebagai anak berkebutuhan khusus atau anak luar biasa.

Dalam memahami anak berkebutuhan khusus atau anak luar biasa, biasanya orang-orang menganggap anak-anak yang menderita kecacatan atau keterlambatan baik fisik maupun mental. Anak berkebutuhan khusus disini bukan hanya seperti anggapan kebanyakan orang, tetapi anak-anak yang memiliki tingkat intelektual yang luar biasa, hyperaktive, maupun anak-anak yang mengalami kesulitan belajar termasuk kategori anak berkebutuhan khusus. Oleh karena itu sangat diperlukan adanya pemahaman mengenai jenis-jenis kebutuhannya dan cara pengajaran yang sesuai.

Karakteristik spesifik anak berkebutuhan khusus pada umumnya berkaitan dengan tingkat perkembangan fungsional. Karakteristik spesifik tersebut meliputi tingkat perkembangan sensorik motorik, kognitif, kemampuan berbahasa, keterampilan diri, konsep diri, kemampuan berinteraksi sosial, serta kreatifitasnya. Adanya perbedaan karakteristik setiap peserta didik berkebutuhan khusus, akan memerlukan kemampuan khusus guru. Guru dituntut memiliki kemampuan berkaitan dengan cara mengombinasikan kemampuan dan bakat setiap anak dalam beberapa aspek. Aspek-aspek tersebut meliputi kemampuan berpikir, melihat, mendengar, berbicara, dan cara bersosialisasi.

sekolah berkebutuhan khusus
(Src img by: bundaabim.wordpress.com)

Berbicara tentang bagaimana pendidikan anak berkebutuhan khusus, sekarang ini sedang digencarkan mengenai sekolah inklusif. Sekolah inklusif ini merupakan sekolah yang mengkoordinasi dan mengintegrasikan siswa normal dan siswa berkebutuhan khusus dalam kelas atau program yang sama. Namun dalam pelaksanaannya proses belajar mengajar belum berjalan dengan baik. Hal ini terjadi karena beberapa faktor, seperti:
  • Cara pengajaran yang belum sesuai. 
  • Siswa yang normal tidak mau bergabung dengan anak berkebutuhan khusus. 
  • Anak berkebutuhan khusus mengganggu siswa lain. 
  • Media dan alat peraga dalam membantu proses pembelajaran belum mampu mengakomodir semua kebutuhan siswa.

Berdasarkan permasalahan diatas, diperlukan bantuan dari berbagai pihak untuk mengatasi masalah tersebut, khususnya dari pihak guru selaku pengajar untuk mengefektifkan proses belajar mengajar. Untuk mengefektifkan proses belajar mengajar, guru perlu mempunyai metode khusus untuk membantu siswa baik siswa yang normal maupun siswa yang berkebutuhan khusus agar berhasil dalam belajar di kelas.

Adapun metode pengajaran yang efektif dalam sekolah inklusif adalah sebagai berikut:


1. Bicaralah dengan jelas dan setting kelas yang sesuai

Berbicara dengan jelas akan mempermudah proses penerimaan pesan. Begitupula dalam proses belajar mengajar. Penjelasan guru yang jelas dan menghadap ke siswa akan membuat siswa memperhatikan dan memahami apa yang disampaikannya.

Setting kelas yang sesuai juga akan berpengaruh terhadap proses penerimaan pesan. Setting kelas harus disesuaikan dengan pelajaran yang akan disampaikan. Gunakan seting kelompok jika kegiatan pembelajaran membutuhan diskusi antar siswa. Pembelajaran juga dapat berlangsung tanpa meja dan kursi, Hal ini akan membuat pembelajaran tidak monoton dan mempermudah komunikasi antar siswa dengan guru maupun antar siswa.

Baca juga:
Tips Menjadikan Anak Gemar Membaca
Mengenal Mental Block dan Cara Mengatasinya

2. Gunakan strategi pembelajaran yang efisien

Strategi pembelajaran yang efisien ini adalah strategi pembelajaran yang mengakomodir semua kebutuhan siswa, baik siswa yang normal maupun siswa yang berkebutuhan khusus. Oleh karena itu, guru harus mengetahui kebutuhan masing-masing siswa, karena pastinya antara kebutuhan siswa yang normal dengan siswa berkebutuhan khusus berbeda. Strategi pembelajaran yang dipilih juga harus memenuhi prinsip PAIKEM yaitu Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efisien, dan Menyenangkan.

3. Pembelajaran berkelompok

Sesekali buat pembelajaran yang memerlukan kerja sama diantara siswa. Pasangkan anak yang normal dan anak yang berkebutuhan khusus dalam satu kelompok. Kegiatan ini diharapkan anak yang normal dapat membantu anak berkebutuhan khusus dalam proses belajar sekaligus merekatkan hubungan pertemanan diantara mereka. Selain itu, hal tersebut dapat mencegah dan mengurangi perilaku intimidasi terhadap anak berkebutuhan khusus.

4. Gunakan Media Pembelajaran yang Sesuai

Setiap anak memiliki kemampuan dan daya ingat yang berbeda-beda. Sebagian anak ada yang lebih memahami suatu materi hanya dengan melihat (visual), mendengar (audiotory), maupun keduanya (audio visual), dan ada pula yang harus melakukan (kinestetik). Hal tersebut berkaitan dengan tipe belajar siswa.

Menurut De Petter dan Hearchi, tipe belajar merupakan gaya belajar yang dimiliki oleh setiap individu yang merupakan cara termudah dalam menyerap, mengatur, dan mengolah informasi. Oleh karena itu, sebelum memilih media yang akan digunakan, guru sebaiknya memperhatikan bagaimana karakteristik dan tipe belajar siswa. Pemilihan media pembelajaran yang sesuai dengan tipe belajar siswa akan membantu siswa dalam memahami materi yang diajarkan.

5. Pemberian motivasi dan penghargaan

Anak-anak berkebutuhan khusus biasanya cenderung rendah diri apabila dicampurkan dengan anak normal lainnya. Hal tersebut akan berpengaruh terhadap proses dan hasil belajar. Oleh karena itu, pemberian motivasi dan penghargaan penting untuk meningkatkan rasa percaya diri siswa. Sesering mungkin guru memberi semangat dan motivasi bahwa mereka mampu seperti anak normal lainnya. Selain itu, beri kesempatan siswa untuk aktif dalam pembelajaran. Beri tanggapan yang positif dan pujian atas usahanya akan membuat anak merasa dihargai dan rasa percaya diri anak akan meningkat.

Post a Comment

0 Comments