Righ Header

Revisi Buku Pelajaran Kurikulum 2013

Buku teks pelajaran (textbook) merupakan salah satu media terpenting yang mudah digunakan oleh berbagai kalangan. Dalam sebuah buku karangan Patrick tahun 1988 dijelaskan bahwa buku pelajaran merupakan media pembelajaran (instruksional) yang dominan peranannya di kelas, media penyampai materi kurikulum, dan bagian sentral dari berbagai sistem. Sebetapa pun canggihnya teknologi yang terus berkembang, sistem pendidikan dan bidang lain tak akan pernah lepas dari buku teks. Bahkan buku teks pelajaran yang dimiliki siswa dan guru akan berpengaruh dalam luasnya pengalaman dan wawasan mereka. Buku dan teks yang dibaca oleh pembaca tentu akan mempengaruhi otak. Sehingga buku teks pelajaran dianggap penting dalam proses pembelajaran maupun di luar proses pembelajaran. Guru dan siswa harus menyadari bahwa buku pelajaran dengan pembelajaran tidak bisa dipisahkan dalam rangka memajukan dan mengembangan pendidikan.

Kurikulum 2013

Bicara mengenai pendidikan, tentu tidak akan lepas dari kurikulum. Seperti yang kita ketahui, kurikulum yang digunakan saat ini merupakan kurikulum 2013. Kurikulum 2013 merupakan suatu terobosan baru dalam mengintegrasikan beberapa satuan keilmuan dengan ilmu yang lainnya. Buku kurikulum 2013 tidak dijual belikan untuk orang tua, namun dana BOS lah yang menyediakan buku tersebut untuk sekolah. Beberapa karakteristik dari kurikulum 2013 adalah Standar Kompetensi yang diubah menjadi Kompetensi Inti, kemudian dijabarkan menjadi kompetensi dasar dan beberapa indikator serta tujuan dalam pembelajaran. Kurikulum 2013 menggunakan pendekatan saintifik. Sesuai dengan pendekatan tersebut, siswa diajak untuk aktif mencari sumber belajar lain yang tersedia yang terbentang luas di sekitarnya. Buku dalam kurikulum 2013 berusaha untuk menumbuhkan kompetensi sikap, pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan dalam setiap satuan mata pelajaran. 

Setiap produk atau hasil selalu melakukan perubahan bila ada yang perlu dirubah. Begitu pula buku teks pelajaran kurikulum 2013 ini. Proses dari revisi buku kurikulum 2013 ini berlangsung sejak Januari 2015 hingga akhir Oktober 2015. Ada beberapa perbaikan pada Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar. Dilansir dari laman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, kesalahan dalam buku K-13 ini bukan pada fisiknya, namun hanya pada urutannya. Beberapa buku tematis yang menggunakan integrasi kelimuan lain akan direvisi. Misalnya, teori pitagoras sebelumnya diajarkan pada semester 1 kelas 8, namun akan direvisi urutannya menjadi semester 2 kelas 8. Sebelumnya, buku K-13 hanya menyebutkan nama kontributor naskah dan penela’ah saja. Namun, setelah direvisi, profil dan informasi penulis akan dicantumkan. 

Supriyatno menjelaskan: “Sebetulnya perubahan itu terjadi pada urutan, bukan karena salah materinya. Kemudian juga adanya kompetensi dasar yang lebih operasional, sehingga menuntut buku K-13 harus diperbaiki.” Supriyatno selanjutnya menjelaskan mengenai jumlah buku: “ Buku pelajaran untuk kelas 1 sampai kelas 12 berjumlah 300 judul, sedangkan kelas kelas 1, 4, 7, dan 10 berjumlah 100 judul termasuk buku agama. Untuk buku pelajaran semester 2 akan disiapkan Januari mendatang.” Perubahan buku tersebut diperkirakan hingga 80%. Harapannya buku tersebut dapat digunakan pada tahun pelajaran 2016/2017. 

Buku teks untuk pembelajaran tidak bisa dijual dan disebar-luaskan dengan mudah. Buku pelajaran harus sudah memenuhi standar kurikulum pendidikan. Buku pelajaran yang baik adalah buku pelajaran yang bersifat aplikatif. Tak cukup hanya aplikatif. Buku pelajaran juga harus berisi materi yang tidak menjemukan (membosankan). Buku akademik harus inovatif dan variatif, sehingga guru dan siswa memiliki kesan yang tak terlupakan pada buku tersebut. Sistematisasi dalam suatu buku pelajaran sangat mempengaruhi kualitas buku dan kuantitas penikmat buku pelajaran. Bahkan yang tidak kalah penting, buku pelajaran yang baik adalah buku yang tidak hanya berisi tentang materi saja, namun juga terdapat metode dalam penyampaian materinya. Untuk proses output, buku yang baik dan yang layak adalah buku yang berisi macam-macam evaluasi. Sehingga siswa tidak hanya berhenti pada memahami saja, namun juga menerapkan apa yang telah didapatkannya.

(Rizka Hidayah)

Post a Comment

0 Comments