Righ Header

Robot ini Siap Menggantikan Guru yang Tidak Punya Inovasi dalam Pembelajaran

Inovasi dalam pembelajaran adalah hal mutlak yang harus terus dilakukan. Kemajuan teknologi telah mendorong perubahan-perubahan dalam setiap aspek pendidikan. Permasalahannya adalah guru mau memanfaatkannya atau tidak. Lebih dari itu, memanfaatkan saja tidak cukup tapi guru harus bisa berinovasi.

Apa yang ada dipikiran anda tentang robot?. Jika selama robot identik dengan film-filem yang berbau perang-peranggan, namun kini telah ada inovasi robot yang bisa dimanfaatkan dalam pembelajaran. Guru-guru Indonesia sekiranya perlu untuk mengetahui hal ini agar terinspirasi untuk berinovasi lebih hebat lagi.

Seorang guru di Iran berinovasi dengan memberikan cara yang menghibur dalam mendorong anak-anak untuk belajar, terutama dalam hal ibadah. Sang guru membuat robot untuk mengajarkan anak muridnya ayat-ayat Al-Qur'an serta gerakan-gerakan ibadah shalat.

Akbar Rezaie yang berusia 27 tahun pernah menghadiri kelas robotik dan belajar mengembangkan serta merakit robot humanoid. Dan kini ia menjadi guru ngaji di sekolah dasar Alborz di kota Varamin, 35 kilometer di sebelah tenggara Teheran.

pendidikan islam eropa
Sumber Gambar: gopego.com

Awalnya ia terinspirasi oleh sebuah boneka yang bisa menari dan bernyanyi, sama seperti boneka-boneka yang telah beredar di seluruh dunia. Lalu muncul ide untuk membuat robot sendiri untuk mencontohkan cara beribadah kepada anak muridnya. 

"Saya sedang berada di acara kumpul keluarga saat melihat anak perempuan bermain boneka yang bisa menari dan bernyanyi. Saya melihat anak itu mengamati boneka secara seksama dan gambaran tersebut membuat saya berpikir untuk membuat sebuah alat yang bisa digunakan baik untuk tujuan menghibur dan juga religius," jelasnya kepada kantor berita AP.

Ia membuat robot dengan peralatan sederhana di rumahnya dan memberi nama robot tersebut 'Veldan,' istilah yang dalam Al-Qur'an berarti: 'generasi muda surga.' Veldan adalah sebuah robot humanoid yang dibuat menggunakan perangkat edukasi dari produsen robot Korea, Robotis Bioloid. Dengan menambah sejumlah modifikasi mekanis seperti dua mesin ekstra, Akbar berhasil membuat robot melakukan gerakan salat, seperti rukuk dan sujud, dengan lebih mudah. "Saya senang sekali melihat robot berdoa. Saya pun memutuskan untuk selalu mengucapkan doa," kata Narges Tajik, seorang murid kelas tiga di SD Alborz.

Baca Juga:
Efektivitas Teknologi dalam Dunia Pendidikan
Masihkan Guru Antipati terhadap teknologi pembelajaran?

Akbar menggambarkan Veldan sebagai alat bantu yang mendidik dan yakin robot tersebut telah berhasil menarik perhatian murid dan harus diproduksi massal.

"Bisa dilihat langsung dari reaksi anak-anak yang tercermin pada wajah mereka. Siapapun bisa melihat betapa anak-anak begitu tertarik melihat ilmu robotika yang secara cantik digunakan untuk keperluan religius dan saya percaya robot ini akan sangat efektif dalam mengajarkan mereka cara beribadah," tutur Akbar. Ia telah secara resmi mendaftarkan paten dan hak intelektual bagi robot ciptaannya kepada badan pemerintahan Iran yang berwenang dalam mengakui sebuah penemuan.

Jika guru-guru atau pendidik di Indonesia selalu memperhatikan dan berinovasi dalam pembelajaran, maka pendidikan di Indonesia menjadi sangat berkembang. Bukankah di dalam Al-Quran sudah dijelaskan berkali-kali, yaitu ayat pertama kali turun adalah Iqra (bacalah). Baca disini adalah untuk membaca juga situasi dan alam sekitar, seperti yang dicontohkan Akbar di atas.

Post a Comment

0 Comments