Righ Header

Ujian Nasional Online akan diterapkan tahun 2016?

Pendidikan merupakan investasi emas bagi setiap negara. Saat kurikulum dirubah, maka segala aspek yang bersentuhan dengan orientasi dalam kurikulum pun akan berubah. Banyaknya kontroversi yang terjadi dalam setiap gonjang-ganjing isu pendidikan juga telah membawa siswa, guru dan warga sekolah risau. Tak hanya risau, bahkan siswa selalu dihadapkan dengan ketegangan yang luar biasa dari ujung kepala hingga ujung kaki. Hal yang terpenting dalam UN adalah mental siswa. Apakah Ujian Nasional ini juga akan menyebabkan banyak kontroversi? Bagaimana urgensi dari Ujian Nasional bagi wajah pendidikan di Indonesia? Akankah Ujian Nasional tidak dilaksanakan? Mungkinkah pendidikan di Indonesia sedang melakukan transformasi ke arah positif melalui UN Online?

Seperti yang kita ketahui, UN merupakan salah satu cara dan upaya untuk meng-evaluasi. Hasil dari evaluasi tersebut tak hanya evaluasi dari diri siswa, namun dalam cakupan yang lebih luas. UN juga bisa digunakan untuk pemetaan dan penilaian suatu lembaga pendidikan dan warga sekolah yang ada di dalamnya. Misalnya, seluruh siswa di suatu sekolah dinyatakan lulus 100%. Evaluasi pendidikan tentu tak akan berhenti pada titik itu saja. Akan muncul banyak pertanyaan yang berhubungan dengan kelulusannya. Selanjutnya tentu akan diadakan evaluasi atau penilaian untuk guru dengan melihat nilai siswa. Sehingga hasil yang didapatkan tidak hanya berpusat pada kemampuan siswa, namun evaluasi pada seluruh aspek yang bersentuhan dengan pendidikan. Bisa saja mata pelajaran dan buku pegangan siswa yang di-evaluasi, strategi, metode, serta teknik guru dalam pembelajaran, siswa dan keadaan psikologisnya, dan lain-lain.
UN Online
(sumber gambar: shaktiiacademy.com)

UN memang banyak disebut sebagai “momok”. Siswa terkadang terlalu meremehkan pembelajarannya saat di kelas 1 dan kelas 2, sehingga saat kelas 3 mereka mengalami depresi dikarenakan kurangnya bekal untuk bertempur di hari H. Maka dari itu, peran guru serta wali murid sangat penting dalam membangun motivasi siswa. Mental yang stabil juga penting. Apapun yang dipelajari, dihafalkan, tak akan berpengaruh besar kecuali dengan kestabilan mental dan ketenangan. Sudah bukan alasan lagi jika UN tidak dilaksanakan karena hanya mengakibatkan full-stretch pada siswa. Sehingga ketika siswa mengalami hal tersebut, yang patut dipertanyakan adalah bagaimana peranan guru serta orang tuanya dalam membangun motivasi siswa?

Belum lama ini, terdengar desas-desus kabar mengenai UN Online. Ujian Nasional Online ternyata memang akan dilaksanakan pada tahun 2016 (dilansir dari kemdikbud.go.id). bahkan sudah ada beberapa sekolah yang mengadakan try out dengan sistem online. Salah satu sekolah yang sudah mencoba try out nasional online adalah SMA N 4 Denpasar, Bali. Mendikbud sedang berusaha untuk mengembangkan pembelajaran berbasis teknologi, salah satunya adalah dengan pengadaan ujian online. Tryout online bisa diikuti siswa-siswi se-Indonesia secara gratis dengan mengetik tryout <spasi> nama lalu kirim ke 2323. Dengan begitu, siswa-siswi mampu mengasah pengetahuannya melalui tryout nasional online ini.

Di tahun 2016, pemerintah akan mengadakan tiga bentuk UN. Yang pertama yaitu UN bagi peserta yang belum lulus di UN 2015. UN kedua merupakan UN utama 2016 dengan kisi-kisi yang baru. UN ketiga merupakan perbaikan bagi peserta UN 2016. UN utama 2016 akan dilaksanakan dengan menggunakan komputer dan kertas di masing-masing sekolah. Untuk kisi-kisi, pemerintah lebih fleksibel, karena pemerintah hanya menggunakan komputer dalam penyaringan kisi-kisi. Kisi-kisi yang akan digunakan yaitu kisi-kisi irisan kurikulum KTSP dan K13, dari BSNP, dan sesuai dengan ketuntasan kurikulum.

Tentu saat ini kemajuan dalam pendidikan merupakan hal yang diutamakan sebagai investasi negara. Teknologi semakin maju, guru pun harus lebih profesional dalam menghasilkan agent of change yang sesungguhnya. Dengan adanya UN online ini, segalanya akan lebih mudah. Kejujuran siswa pun akan sangat diharapkan dalam UN online ini. Pemerintah sudah menyiapkan sistem yang sedemikian rupa sehingga kesalahan teknis tidak terjadi.

UN memang bukan penentu kelulusan, namun UN merupakan tolak ukur untuk siswa dan seluruh orientasi kurukulum. Siswa nantinya akan memiliki pandangan sendiri tentang lulus atau tidaknya siswa melalui nilai yang didapat dari ujian ini. UN tetap dilaksanakan, hanya saja UN kali ini akan lebih menggunakan teknologi sebagai basis-nya
(Rizka Hidayah)

Post a Comment

0 Comments