Righ Header

Tujuh Jurus untuk Mengatasi Siswa Pembuat Onar di Kelas

Sebagai guru yang baik tentunya menyadari bahwa siswa memiliki beragam cara belajar. Beberapa teori pembelajaran harus dikuasi oleh guru agar mampu mengkondisikan siswa ketika belajar. Sebagian siswa bisa belajar dengan baik hanya dengan melihat teman melakukannya. Ada juga siswa yang menyukai cara belajar dengan mendengarkan guru menyajikan materi kemudian mencatatnya. Siswa yang menyukai cara belajar ini mengandalkan kemampuan untuk mendengar dan mengingat. Nah, di samping mereka yang mempunyai gaya belajar tersebut, tentunya ada beberapa siswa yang mudah jenuh dengan kegiatan belajar di dalam kelas. Pelampiasan yang mereka lakukan biasanya siswa berperilaku menyimpang. Bermain sendiri, lari-lari di dalam kelas, lempar-lemparan bola kertas, melakukan aktivitas yang dapat mengganggu konsentrasi belajar, dan terkadang siswa berbuat demikian ingin mencari perhatian lebih.

Siswa yang seringkali berbuat onar di kelas bisa jadi adalah siswa yang memerlukan perhatian anda. Jarang sekali guru yang mau memahami bahwa siswa juga mempunyai masalah di rumah atau di pergaulan bersama teman-temannya. Kenakalan mereka dikelas adalah bentuk ekspresi bahwa mereka membutuhkan dukungan dan perhatian anda. Maka menangani siswa yang sering berbuat "onar" di kelas harus dengan cara yang benar. Guru harus menguasai beberapa teori pembelajaran yang sesuai, metode dan strategi pembelajaran aktif juga perlu dipelajari. Jangan sampai penanganan terhadap kenakalan siswa justru membuatnya semakin nakal dikarenakan mereka justru merasa terpojokkan oleh sikap dan perlakuan anda sebagai gurunya.

mengatasi siswa berbuat onar

 

Berikut tujuh jurus yang dapat dilakukan untuk mengatasi siswa yang gemar berbuat onar:

1. Buatlah tanda secara nonverbal
Lakukan tatap mata dengan siswa atau dengan mendekat kepada mereka ketika mereka asyik ngobrol, mengantuk, atau menghindar dari partisipasi. Letakkan jari di depan mulut (tanpa harus memelototi) untuk memberi tanda agar siswa berhenti ngobrol. Buat tanda “T” dengan jemari untuk menghentikan perilaku yang tidak dikehendaki.

2. Dengarkan secara aktif
Ketika siswa memonopoli diskusi, menyimpang dari persoalan, atau berdebat dengan guru, lakukan interupsi dan menyebutkan intisari dari pendapat mereka kemudian mintalah siswa lain untuk berbicara.

3. Usahakan agar siswa tidak ada yang mendominasi
Ketika siswa yang sama selalu berbicara banyak di kelas sedangkan yang lain diam, ajukan pertanyaan yang berkaitan dengan pelajaran. Cermati siapa saja yang angkat tangan, dan tunjuk dua atau lebih untuk menjawabnya. Pastikan yang ditunjuk bukan siswa yang selalu banyak bicara.

4. Gunakan humor segar
Salah satu cara untuk mengatasi perilaku yang sulit diatasi adalah dengan memberikan humor segar kepada siswa. Namun, hati-hatilah jangan sampai menyinggung perasaan.

Baca juga:

5. Jalinlah hubungan pada tingkat personal
Terlepas dari apakah siswa yang bermasalah itu bersikap memusuhi atau minder, pastikan bahwa melakukan pendekatan kepada mereka sewaktu istirahat. Kecil kemungkinan bahwa siswa itu akan terus menyulitkan atau menjaga jarak dengan guru jika diperlihatkan sikap penuh perhatian kepada mereka.

6. Abaikan saja perilaku yang tidak begitu negatif atau mengganggu
Jangan kelewat mempersoalkan perilaku yang tidak begitu mengganggu. Tetap jalankan pelajaran dan pastikan apakah perilaku itu tidak semakin parah.

7. Rembuklah perilaku yang sangat negatif secara empat mata
Guru mesti menghentikan perilaku yang sekiranya mengganggu jalannya proses belajar mengajar. Perintahkan dengan tegas, secara empat mata, agar siswa yang bermasalah itu mengubah perilakunya yang merugikan. Jika seluruh kelas terlibat, hentikan pelajaran dan terangkan dengan jelas apa yang perlu dilakukan oleh siswa agar pelajaran berlangsung secara efektif.

    Tidak menutup kemungkinan ketika seorang guru sedang berusaha menyelesaikan masalah yang satu terkadang malah akan memunculkan masalah baru. Namun akan lebih parahnya lagi jika tetap membiarkan masalah terutama pada siswa. Kembali pada pribadi masing-masing seorang guru. Janganlah terlalu memasukkan hati persoalan yang dihadapi. Ingatlah bahwa banyak sekali perilaku bermasalah siswa yang tidak ada kaitannya dengan guru secara langsung. Bisa jadi ketika siswa berbuat onar adalah cara mereka menunjukkan kepada anda, bahwa anda harus memberikan perhatian yang lebih kepadanya. Perhatian itu tentunya bisa dilakukan dengan membuat sistem dan metodologi pembelajaran yang dapat membuat siswa merasa dihargai. Pada akhirnya, siswa yang gemar berbuat onar bukan berarti mereka harus diberi hukuman yang berat dengan alasan untuk efek jera, namun justru sebuah tantangan bagi guru agar mampu menggunakan cara-cara belajar yang dapat memberikan solusi bagi setiap permasalahan siswa.

    Referensi buku: Active Learning 101 Cara Belajar Siswa Aktif – Melvin L. Silberman
    sumber gambar: negeripaomandua.blogspot.com

    Post a Comment

    0 Comments