Righ Header

Cara Ampuh untuk Mengaktifkan Keterlibatan Siswa Sejak Awal Pembelajaran

Strategi pembelajaran aktif dibuthkan untuk mengelola kelas dengan berbagai macm psikologi siswa. Strategi pembelajaran aktif bisa dimulai dengan kegiatan belajar mengajar dengan pembukaan yang menarik perhatian siswa. Belajar akan menyenangkan jika siswa bisa aktif sedari awal pembelajaran. Jika tidak demikian, maka kemungkinan besar siswa akan pasif permanen hingga jam pelajaran usai. Untuk dapat menerapkan metode dan strategi pembelajaran aktif, mulailah dengan menyusun sebuah kegiatan yang akan membantu siswa dalam berkomunikasi dengan siswa lainnya, atau sesuatu yang menumbuhkan minat belajar siswa sejak pelajaran dimulai. Anggaplah strategi ini sebagai hidangan pembuka sebelum menu utama. Buatlah hidangan pembuka yang dapat membuat siswa berselera untuk menikmati hidangan selanjutnya.

Metode pembalajaran aktif tidak akan bisa terlaksana jika guru masih melakukan strategi sebagai mana pada umumnya, yaitu hanya akan membuka pelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran siswa, dan bertanya materi pelajaran yang sebelumnya hanya untuk formalitas saja. Nah, tambahkanlah setidaknya satu latihan pembuka yang bisa mempunyai banyak manfaat untuk mengaktifkan keterlibatan siswa dalam belajar sedari awal.
sumber gambar: blogs.longwood.edu
Berbagai model pembelajaran aktif dapat dilakukan oleh guru, namun cara belajar siswa aktif sangat dipengaruhi di awal pelajaran saat pembukaan. Kegiatan belajar aktif di awal pembelajaran memiliki tiga tujuan yang perlu dicapai. Ketiga tujuan tersebut yaitu:

1. Pembentukan tim
Membantu siswa untuk lebih mengenal lebih dekat dengan teman belajar dan dapat menciptakan semangat kerja sama. Karena suatu masalah, dalam hal ini masalah belajar, akan terselesaikan dengan mudah dan cepat jika dikerjakan secara bersama.

2. Penilaian sederhana
Dengan mengetahui kepribadian, sikap, seberapa dalam pengetahuan dan seberapa jauh pengalaman yag dimiliki siswa akan sangat membantu dalam proses pembelajaran.

3. Keterlibatan belajar langsung
Ciptakan minat awal terhadap pelajaran.Berbagai cara dan model-model strategi pembelajaran aktif bisa anda terapkan sejak awal.

Pembelajaran aktif akan tercapai dengan patokan ketiga tujuan di atas. Pengajaran yang dilakukan atas dasar tiga tujuan tersebut, dapat menciptakan lingkungan belajar yang melibatkan siswa, meningkatkan kemauan mereka untuk ambil bagian dalam kegiatan belajar aktif, dan menciptakan norma kelas yang positif. Siswa akan merasa dalam ruang pembelajaran aktif, dimana ia mampu mengeksplor dirinya dan menemukan dirinya dalam setiap materi pembelajan yang dipelajari.

Mengaktifkan keterlibatan siswa sejak awal pembelajaran sangat penting dalam ranah kajian pembelajaran aktif. Oleh karena itu dalam pemilihan strategi pembelajaran aktif pembuka untuk digunakan dalam pengajaran, ingatlah beberapa pertimbangan berikut:

1. Akibat dari strategi yang diberikan.
Perlu guru ketahui apakah siswa tersebut akan terbuka dengan gagasan dan aktivitas baru. Belajar aktif dan menyenangkan yang akan guru berikan apakah menyenangkan juga bagi siswa atau malah siswa enggan dan keberatan. Mengawali pelajaran dengan strategi yang mengungkap kurangnya pengetahuan dan keterampilan siswa tentunya bisa beresiko. Belajar siswa bisa jadi terganggu dengan ketidak siapan mereka untuk mengungkapkan kelemahan mereka. Proses belajar tentunya juga akan terganggu dengan berkurangnya minat belajar akibat ketidaksiapan mereka. Sebagai gantinya, sebuah strategi yang meminta yang meminta partisispan untuk berkomentar tentang sesuatu yang tidak asing lagi bagi mereka justru akan memudahkan keterlibatan mereka di dalam kelas.

2. Ketepatan dengan kepribadian siswa.
Metode mengajar berbasis permainan yang menyenangkan belum tentu akan diterima oleh siswa remaja, berbeda dengan siswa usia sekolah dasar yang akan semangat belajar dengan belajar sambil bermain. Siswa perempuan mungkin lebih sensitif jika dibandingkan dengan siswa laki-laki. Karena pembelajaran aktif pada aktivitas pembuka yang guru ciptakan untuk semua siswa di dalam kelas maka perlu menciptakan pula lingkungan untuk semua siswa. Pertimbangkanlah dengan cermat dalam memberikan metode pengajaran, dan rencanakan pembelajaran dengan sungguh-sungguh.

3. Relevansi terhadap mata pelajaran.
Variasikan bahan pembuka percakapan agar memiliki relevansi dengan materi yang hendak guru ajarakan. Semakin sesuai percakapan pembukaan dengan materi pelajaran maka semakin mudahlah peralihan yang hendak guru lakukan terhadap aktivitas belajar utama yang telah disiapkan.

Pertimbangan-pertimbangan di atas memiliki relevansi untuk setiap aspek dari pelajaran, terutama dalam tahap-tahap pembukaan. Pembukaan yang berhasil akan memuluskan jalan berhasilnya pelajaran. Demikian pula, pembukaan yang dirasa mengancam siswa, konyol, atau tidak relevan dengan pelajaran, dapat menciptakan situasi yang kaku dan sulit diatasi.

Baca juga : 

Menciptakan pembelajaran aktif dengan membuat siswa aktif sejak awal adalah cara yang paling tepat agar proses pembelajaran yang anda lakukan bisa berjalan secara aktif dan mengaktifkan keterlibatan siswa.  Banyak guru yang berfikir bahwa sekedar mengucap salam telah membuat aktivitas pembukaan sepertinya benar-benar menyita pikiran seorang guru. Padahal banyak cara lainnya agar belajar aktif bisa dilakukan. Banyak orang yang menilai keberhasilan guru dalam mengajar ketika siswa mendapatkan nilai tinggi. Padahal pengetahuan tidak dinilai dari tingginya nilai dalam mengerjakan soal-soal ujian. Sebuah keberhasilan pembelajaran bisa dilihat dari bagaimana proses pembelajaran tersebut dapat mengaktifkan siswa, sehingga dalam proses pembelajaran aktif siswa akan menemukan siapa dirinya dan bagaimana hidup sesungguhnya.

Referensi buku: Active Learning 101 Cara Belajar Siswa Aktif – Melvin L. Silberman

Post a Comment

0 Comments