Righ Header

Uji Kompetensi Guru (UKG) Akan Diberlakukan?

Pendidikan di Indonesia nampaknya sedang melakukan gencatan senjata untuk benar-benar melawan kebodohan di era ini. Guru merupakan salah satu komponen yang wajib ada dalam dunia pendidikan. Guru yang kompetetitif akan melahirkan siswa yang kompeten juga. Sehingga tak hanya siswa yang di uji kompetensinya sebagai siswa. Guru juga perlu melakukan uji kompetensi tersebut. Menjadi seorang guru tidaklah mudah, terutama mengingat tanggung jawab yang harus diemban sebagai “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa”. Banyak kompetensi yang harus dimiliki seorang guru prfesional. Untuk menjadi guru yang profesional, hendaknya guru memiliki 4 kompetensi, yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial.

Kompetensi pedagogik merupakan kompetensi yang dimiliki oleh guru dalam memahami siswanya baik dalam aspek kognitif siswa atau kemampuan apapun yang dimiliki oleh siswa. Sedangkan Kompetensi Kepribadian/ Personal merupakan kompetensi yang berhubungan dengan sikap bijaksana guru, kedewasaan guru dalam menghadapi siswa yang heterogen, serta akhlaknya sebagai teladan yang baik bagi siswa. Adapun Kompetensi Profesional merupakan kompetensi yang dimiliki oleh guru terkait dengan materi pembelajaran yang akan diajarkan kepada siswa. Kemudian Kompetensi Sosial merupakan salah satu kompetensi yang berhubungan dengan cara seorang guru berinteraksi dengan siswa, guru lain, dan wali murid. Keempat kompetensi tersebut tentu harus dimiliki oleh setiap guru demi mencerdaskan generasi penerus bangsa dan meningkatkan nilai moral siswa.

Seperti rencana yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yaitu diadakannya Uji Kompetensi Guru (UKG). UKG sangat penting dilakukan oleh setiap guru, mengingat banyaknya aspek orientasi dalam pendidikan yang harus dicapai. Sehingga tidak hanya siswa saja yang diuji kemampuannya, guru pun perlu. Tujuan UKG ini adalah supaya terdapat pemetaan kualitas pada guru. Pemetaan itu nantinya akan digunakan untuk pertimbangan kenaikan pangkat guru, profesi guru, promosi jabatan, kebutuhan diklat dan lain sebagainya. Pemetaan kualitas terhadap guru sangat penting. Beberapa guru harus mengikuti ujian ini untuk terdaftar dalam dapodik. Dengan adanya UKG ini, Bapak Anies Baswedan berharap guru dapat bercermin pada kemampuan dirinya/ kompetensi dirinya. Pelaksanaan UKG merupakan salah satu skema untuk memberi Tunjangan Profesi Guru (TPG).

Beberapa kota sudah mulai melaksanakan Uji Kompetensi Guru ini, seperti di Tangerang dan Surabaya. Di Tangerang telah terlaksana UKG ini melalui sistem berbasis komputer. Sehingga guru setiap mata pelajaran akan diketahui seberapa jauh kompetensinya dalam mengajarkan materi kepada siswa. Tentu guru harus memiliki materi dan bekal yang banyak untuk diajarkan pada siswa. Berbeda lagi dengan konsep yang dilakukan Dinas Pendidikan Surabaya. Di Surabaya, guru mata pelajaran bekerja sama dengan universitas di Surabaya. Salah satu contohnya adalah pendampingan guru. Adanya Program Pemetaan dan Penguatan Kompetensi Guru oleh Pemerintah Surabaya ini akan memetakan kompetensi dan kualitas guru. Sehingga selanjutnya akan diadakan pendampingan saat MGMP oleh beberapa dosen di universitas. Setiap pertemuan akan memiliki tema. Sehingga guru harus memiliki masalah dalam pertemuan tersebut. Misalnya, guru mata pelajaran Fisika memiliki masalah dalam bab Energi, maka guru akan bersama-sama memecahkan masalah tersebut dengan dampingan dosen atau mahasiswa lain. Program pemerintah Surabaya itu dilaksanakan supaya guru mampu melaksanakan UKG.

UKG ini akan mengukur seberapa guru menguasai materi yang akan diberikan kepada siswa. Pertama-tama guru akan ditanyakan mengenai beberapa kuisioner mengenai kesiapan dan penguasaan materi. Kemudian sebagai bukti, guru akan mengerjakan soal-soal yang berhubungan dengan materi tersebut. Ada beberapa level yang telah ditentukan dari poin atau skor guru setelah mengerjakan UKG tersebut. UKG merupakan salah satu kebijakan pemerintah yang ditanggapi positif oleh banyak guru. Sehingga guru tidak boleh asal-asalan dalam mengajarkan materi pada siswa. Seorang guru yang baik adalah guru yang memintarkan muridnya, membagikan ilmu yang dimilikinya, serta menjadi contoh yang baik bagi muridnya.

Mari menjadi guru yang kompeten.. 

(Rizka Hidayah)

Post a Comment

0 Comments