Righ Header

Program Baru Mendikbud - Kawah Kepemimpinan Pelajar


Setiap anak didik memiliki peluang untuk menjadi agent of change. Setiap orang minimal harus bisa memimpin dirinya sendiri, karena musuh utama yang harus dilawan adalah hal negatif dari diri sendiri. Pentingnya karakter sebagai jati diri bangsa juga menjadi kunci utama agar segala sektor pembangunan mengalami kemajuan. Tidak hanya kemampuan kognitif saja yang menjadi tolak ukur setiap kegiatan pembelajaran. Ada beberapa kemampuan lainnya yang tak boleh dilupakan seperti afektif dan psikomotorik. Tentu guru memiliki tugas yang besar dalam menciptakan tiga kemampuan tersebut. Akan sangat miris bila pelajar hanya mengandalkan IQ saja, padahal orientasi yang sebenarnya dibutuhkan adalah keseimbangan proporsi dari beberapa kecerdasan seperti SQ, IQ dan EQ.

Baru-baru ini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan program baru dalam menunjang pendidikan karakter dan menumbuhkan jiwa kepemimpinan bagi pelajar. Kegiatan tersebut adalah Kawah Kepemimpinan Pelajar. Pemerintah berharap pelajar mampu menjadi pemimpin, karena setiap orang dilahirkan untuk menjadi pemimpin.

“Kita semua berharap dunia pendidikan bukan saja menghasilkan anak-anak yang berprestasi di dalam ruang kelas tetapi memunculkan anak-anak yang bisa menjadi memimpin dan bisa menjadi orang yang mendorong kemajuan di lingkungannya”, ungkap Mendikbud.

Ungkapan di atas seakan menjadi cambuk bagi pendidikan di Indonesia. Memang tak bisa dipungkiri bahwa segala sesuatunya selalu berubah. Begitu pula pola pemikiran dalam transformasi zaman saat ini. Perkembangan arus teknologi yang sudah tak terbendung seakan mengharuskan guru menciptakan banyak inovasi positif dalam kegiatan pembelajaran. Sehingga kegiatan yang berhubungan dengan sekolah tidak hanya fokus pada kegiatan intrakurikuler saja, melainkan pada kegiatan ekstrakurikuler maupun non-kurikuler. Sehingga pelajar akan disibukkan dengan banyak kegiatan positif setelah melaksanakan intrakurikulernya. Nantinya pelajar akan sangat diharapkan partisipasinya saat terjun di masyarakat.

Kegiatan Kawah Kepemimpinan Pelajar (KKP) ini diikuti oleh beberapa perwakilan setiap sekolah di seluruh daerah di Indonesia. Pelajar memiliki antusias yang sangat tinggi saat pelaksanaan program tersebut dan semoga akan selalu antusias dalam menumbuhkan jiwa kepemimpinan yang baik. Pemimpin yang baik bukanlah pemimpin yang memerintahkan, namun pemimpin yang ikut andil langsung dalam memimpin. Bukan memerintahkan, namun mengajak bersama. Sehingga pelajar diharapkan mampu mengajak banyak lapisan masyarakat dalam merubah dunia. Selama kegiatan berlangsung, peserta akan diberikan berbagai materi yang berhubungan dengan karakter bangsa. Seperti yang akan dibawakan oleh para nara sumber muda yang kompeten di bidangnya. Misalnya, bidang kewirausahaan dipandu oleh Dian Pelangi, bidang komunikasi dipandu oleh Najwa Shihab, bidang media sosial oleh Raditya Dika dan bidang kewirausahaan berbasis IT dipandu oleh Nadiem Makarim, pendiri Gojek. Selain itu, ada juga materi anti korupsi dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan materi anti-narkoba dari Badan Narkotika Nasional (BNN).

Anies Baswedan menjelaskan pentingnya pelajar saat ini untuk mencari masalah. Bukan dalam hal negatif, namun cari saja sesuatu yang tidak ideal antara fakta dan harapan. Seorang pemimpin yang baik adalah seorang pemimpin yang kritis dalam banyak hal yang terlihat mengganggu pikirannya. Penanaman rasa ingin tahu sangat dibutuhkan agar pelajar mampu menjadi seseorang yang peduli dan kritis terhadap beberapa permasalahan yang ada di negara ini. Tentu saja tidak berhenti pada pencarian masalah. Pelajar juga harus mengkritisi permasalahan tersebut, mengidentifikasi dan mencari solusi untuk mengatasi masalah tersebut.

Mendikbud juga menegaskan pentingnya menulis dan belajar bahasa Internasional. Ingatan manusia itu terbatas. Jika tidak ditulis, maka akan diingat melalui apa? Membaca dan menulis merupakan salah satu cara efektif untuk mengingat sejarah. Seorang pemimpin yang baik tidak boleh malas dalam mengukir kisah. Tulislah buku! Buatlah blog! Isi dengan tulisan bermanfaat. Dengan begitu, kita telah mencoba berguna bagi masyarakat. Begitu pula dengan belajar bahasa. Bahasa merupakan salah satu alat penting yang digunakan dalam berkomunikasi sehari-hari. Ada enam bahasa yang resmi yang digunakan oleh PBB yaitu bahasa Inggris, Arab, Cina, Perancis, Rusia dan Spanyol. Paling tidak pelajar harus melek bahasa mulai sekarang.

Jika tidak sekarang, kapan lagi? Jika bukan kita, siapa lagi? (sumber gambar: vibizmedia.com)
(Rizka Hidayah)
 

Post a Comment

0 Comments