Righ Header

Sekolah Digital Asia Tenggara ada di Indonesia?


Perkembangan teknologi telah memberi dampak besar pada setiap sektor pembangunan di Indonesia. Hampir seluruh atmosfer kehidupan diselimuti dengan hangatnya sentuhan teknologi. Salah satu bidang yang tersentuh dengan teknologi adalah bidang pendidikan. Bagaimana implementasi teknologi dalam bidang pendidikan? Apakah salah satu dari sekolah Anda mulai menerapkan sekolah digital masa kini?

Pendidikan di Indonesia telah melakukan banyak transformasi seiring berkembangnya teknologi di Indonesia. Ada beberapa orientasi pendidikan yang telah diubah sesuai dengan perkembangan teknologi, salah satu aspek orientasinya yaitu pada kebijakan kurikulum yang dijuluki Kurikulum 2013. Kurikulum 2013 lebih menjadikan peserta didik menjadi pusat dalam pembelajaran. Peserta didik dituntut aktif dalam mendapatkan informasi, baik informasi pokok maupun informasi tambahan yang berhubungan dengan materi pembelajarannya. Lantas, darimana peserta didik mendapatkan informasi tersebut? Tentu untuk mendapatkannya tak lepas dari fasilitas di sekolah seperti buku serta jaringan internet yang luas.

Bahkan saat ini, telah banyak sekolah yang menyediakan fasilitas tersebut secara cuma-cuma. Sejak kemunculan teknologi, banyak sekolah tidak ingin ketinggalan dalam pemanfaatannya. Saat ini telah banyak sekolah yang dirancang sebagai sekolah yang canggih dimana akses internet bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja. Salah satu program dari tiga pusat SEAMEO di Indonesia telah merancang sekolah digital, kelas digital atau digital classroom. Dilansir dari berita Kementerian Pendidikan dan Budaya Indonesia, ada 3 pusat SEAMEO yang mengadakan sekolah digital ini, yaitu SEAMEOLEC yang berada di Jakarta, SEAMEO QITEP yang terletak di Bandung, dan SEAMEO QITEP yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta. Program ini merupakan program tahun 2015-2035 yang telah disepakati oleh para menteri Pendidikan se-Asia Tenggara.

Nampak sekali pemerintah Indonesia tengah berusaha untuk memajukan pendidikan di Indonesia melalui konsep sekolah digital ini. Seluruh tenaga pendidik dan peserta didik seakan dituntut untuk melakukan transformasi yang lebih baik dalam kemajuan teknologi saat ini. Secara otomatis, seluruh warga sekolah, nantinya harus menguasai lebih dalam mengenai berbagai hal yang berhubungan dengan aspek pendidkan, baik materi, strategi, metode sampai evaluasinya. Ada beberapa kemajuan yang diharapkan dari pengadaan sekolah digital ini, yaitu kemajuan dalam bidang sains dan matematika. Bahkan tidak menutup kemungkinan jika kemajuannya melebar ke bidang pelajaran lain. Banyak sekolah yang mulai menggunakan jaringan online dalam sistem informasinya, seperti pengisian data pribadi online, ujian online, sampai melihat hasil secara online. Sudah ada beberapa kota yang menggunakan konsep ini, seperti Yogyakarta, Jakarta, Bandung, dan lain-lain.

Baca Juga:

Masihkan Guru Antipati Terhadap Teknologi Pebelajaran? 

Salah satu kota yang dijadikan pionir Sekolah Digital oleh SEAMEO adalah Kota Bandung. Pelaksanaan program ini diawali dengan Diagnostic Test secara online pada tanggal 18 September 2015 yang diikuti oleh 35 Sekolah Dasar, dan 15 Sekolah Menengah Pertama (SMP). Test online ini nantinya akan dijadikan model dalam test online di berbagai negara se-Asia Tenggara. Sehingga para tenaga pendidik dapat meningkatkan profesionalisme mereka dalam memberikan materi pembelajaran secara efisien dan tepat guna. Dengan adanya program ini, tenaga pendidik tidak akan kehabisan cara untuk menyampaikan informasinya, karena telah ada teknologi informasi yang dengan jaringan online. Sehingga bisa saja setiap guru dan tenaga pendidik mampu membuat e-book yang mudah diakses oleh peserta didik dan berkesan dalam pembelajaran.

Konsep sekolah digital ini juga tak lepas dari kelas digital atau Smart Digital Classroom. Sebagai contohnya yaitu kelas yang dibangun di SMAN 3 Bandung. Sekolah ini merupakan sekolah favorit, tidak hanya di Bandung, namun di Jawa Barat. Beberapa fasilitas yang digunakan dalam konsep kelas digital ini adalah interactive touchscreen 88 inch, school server yang memfasilitasi perpustakaan, smart teacher desk dan wi-fi zone di area sekolah. Ada sekolah di Bandung pula yang sudah menerapkan UDJ (Ujian Dalam Jaringan). Ada beebrapa hal yang harus diperhatikan dan dipelajari dalam kelas digital, yaitu adanya Visualisasi Konsep, Buku Digital, Augmented Reality serta perpaduan dimensi dalam desain praktik. Ridwan Kamil juga menjelaskan kemungkinan untuk membangun kelas digital lain dan pengembangan kelas digital di sekolah lain. Pemerintah tentu sudah memikirkan matang-matang hingga menggarap proyek ini di ranah pendidikan. Sehingga masih banyak kesempatan di sekolah manapun untuk meningkatkan kemajuannya berbasis teknologi infomasi.

Semoga terinspirasi..
(Rizka Hidayah)


Post a Comment

0 Comments