Righ Header

Kiswanti, Pahlawan Pustaka dari Bantul Untuk Lebak

Awalnya, banyak masyarakat yang belum mengenal sosok beliau ini, termasuk penulis sendiri belum tahu beliau ini siapa. Mungkin menurut pikiran penulis bahwa untuk menjadi bermanfaat, tidak butuh terlalu terkenal. Ternyata kontribusi beliau ini sangat besar bagi perkembangan pendidikan Indonesia khususnya di daerah Lebak, Bogor.

Kiswanti merupakan sesosok perempuan hebat yang sudah melewati perjalanan sulit untuk membangun sebuah gedung taman baca yang sudah berisi ribuan buku dari yang awalnya hanya ratusan buku. Sosok yang lahir di Yogyakarta tepatnya daerah Bantul pada 4 Desember tahun 1963 ini sudah berusaha mengerahkan segala upaya nya untuk memajukan pendidikan di Indonesia dengan mengandakan Taman baca untuk menciptakan budaya masyarakat membaca.

Bu Kiswanti merupakan orang yang cekatan dan ramah dalam menjalin interaksi dengan semua orang sehingga dirinya banyak disenangi serta mudah diterima masyarakat Lebak. Awal perjalanan nya dalam merealisasikan impian beliau mewujudkan Taman Baca Warabal ini yaitu Kiswanti berjualan jamu gendong buatannya sendiri. Beliau menjual jamu nya ini menggunakan sepeda yang dipakai setiap harinya sambil membawa buku koleksinya dan catatan koleksi buku yang ia miliki di rumah yang tidak Ia bawa karena kapasitas muatan keranjang buku yang ada di sepedanya terbatas.
Pelanggan atau masyarakat yang ingin meminjam buku koleksi milik Kiswanti ini akan ia bawakan di esok harinya. Buku –buku yang ada banyak memuat tentang pengetahuan praktis keterampilan untuk masyarakat yang notabennya sudah tidak bersekolah lagi contohnya menjahit, menyulam, dan lainnya sehingga membuat banyak yang tertarik untuk meminjam buku-buku milik Kiswanti ini apalagi untuk peminjaman buku, Kiswanti tidak memungut biaya sepeser pun. Hal ini tentu akan berdampak pada masyarakat yang ada dengan semakin bertambah minat dan kemauannya untuk memanfaatkna buku-buku yang ada di “warabal” ini (baca:Warung Baca Lebak Wangi).


Semangat beliau ini patut ditiru oleh para generasi kita saat ini, sosok beliau ini tidak pernah malu untuk menawarkan buku-bukunya dan terus mengajak masyarakat untuk gemar membaca karena dalam membaca itu terdapat pengetahuan yang luar biasa dapat mengantarkan seseorang ke mengetahui penjuru dunia. Pengorbanan beliau untuk mewujudkan apa yang menjadi impiannya sangat lah besar baik secara fisik maupun finansial. Beliau rela mengiritkan porsi makannya demi menabungkan uangnya untuk menambah koleksi buku-buku nya.

Suatu hal yang melatarbelakangi Kiswanti melakukan pengorbanan yang cukup besar ini yaitu dengan bertambahnya pengunjung yang datang di taman baca beliau ini baik anak-anak, remaja, ibu-ibu dan bapak-bapak maka semakin berat pula tanggung jawabnya. Dengan jiwa enterpreneur nya pun beliau mampu menangani masalah-masalah yang kerap menghalangi langkahnya untuk mendirikan taman baca besar yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk menghilangkan ketidaktahuan lingkungan masyarakatnya serta memberikan keterampilan untuk menciptakan atau membuat suatu produk yang nantinya dapat menjadi sumber penghasilan hidup mereka.

Setelah melakukan perjalanan panjang untuk membuat budaya baru dalam masyarakat lebak, bogor ini yaitu budaya membaca, akhirnya perjalanan dan usaha kerasnya berbuah hasil dan hal ini tentu mendapatkan ridho dari Allah Swt sesuai dengan konsep yang selalu dipegang teguh oleh umat Islam yaitu “Man jadda wajada” barang siapa yang bersungguh sungguh maka dia akan berhasil mendapatkan sesuatu. Dan hal itu tentu selaras dengan ungkapan bahwa proses tidak akan menghianati hasil.

Dengan semangat yang selalu berkobar dan tidak gampang menyerah dalam mengajak masyarakat untuk membaca dan berilmu pengetahuan ini ia berharap dapat melahirkan semangat dan spirit baru masyarakat untuk membaca.

Realitas nya di Lebak saat ini, masyarakat Lebak semakin bertambah banyak antusiasnya untuk mengunjungi warabal ini dengan tujuan untuk mencari buku-buku bacaan dan atas izinNya akhirnya Kiswanti dapat mendirikan perpustakaan berkat bantuan para donatur dan masyarakat sekitar.
Seiring berjalannya waktu, aktifitas perpustakaan warabal ini meluas tidak hanya menjadi tempat membaca saja, tetapi didalamnya terus mengembangkan banyak aktifitas guna mengembangkan potensi yang ada di masyarakat Lebak, misalnya pelatihan keterampilan (menjahit dan komputer) serta mengeembangkan pendidikan agama Islam didalamnya.

Aksi-aksi yang dilakukan Kiswanti dan para relawan yang membantu kegiatan didalamnya berimplikasi atau berdampak pada kebudayaan masyarakat yang sudah mulai berubah, serta menjadikan masyarakat lebak lebih “melek” dalam segala bidang baik dalam keterampilan maupun teknologi.

Akhirnya atas segala upaya Kiswanti dalam mencerdaskan anak –anak dan masyarakat Lebak, ia mendapat kan prestasi dari Gubernur Jawa Barat pada tahun 2009 yaitu menganugerahkan penghargaan kepadanya sebagai wanita inspiratif penggerak Pembangunan dan pada tahun 2012 Kiswanti mendapat pengahargaan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) berupa anugerah Peduli pendidikan untuk kategori inovator pendidikan serta masyarakat menilai ia sebagai pahlawan pustaka Indonesia.

Sosok Kiswanti kelahiran bantul ini adalah sosok yang selalu menginspirasi bagi para pendidik kita di Indonesia agar dapat meniru keuletannya dan kegigihannya dalam memperjuangkan pendidikan Indonesia supaya para pendidik benar-benar menjadi orang yang berjasa-berprestasi (seperti halnya Kiswanti) memajukan pendidikan Indonesia serta menjadi sesosok agen perubah bangsa yang lebih baik dan lebih maju lagi.

Post a Comment

0 Comments