Righ Header

Ketika Media Malah menjadi Problema bagi Guru dan Siswa

Seringkali kita temui guru kurang dalam pemanfaatan media pembelajaran, atau bahkan tidak berminat menggunakannya. Untuk penggunaan hal baru pasti akan muncul banyak permasalahan, seperti penggunaan media yang dilakukan oleh guru dalam kegiatan belajar mengajar masih tergolong hal baru. Mengapa terkesan baru, karena belum banyak guru yang berminat untuk menggunakan media. Misalnya ketika guru melihat guru lain sedang menjelaskan fungsi organ tubuh manusia dengan menggunaka media mungkin terkesan repot, padahal sebenarnya akan repot jika menjelaskan fungsi organ tubuh manusia hanya dengan teori saja. Kemudian penggunaan media selain repot juga dirasa mahal, jika memang belum terfasilitasi maka akan kesulitan tapi bukan berarti guru tidak bisa berkreasi. Guru bisa berkreasi dengan memanfaatkan yang ada, barang-barang bekas, alam atau lingkungan sekitar, dan lainnya. Namun terkadang tersedianya media saja guru masih enggan menggunakannya bagaimana jika media tersebut belum ada dan guru memang harus membuatnya. Disinilah cermin bahwa guru mendefinisikan sebagai manusia superpower karena dirinya adalah sumber belajar sekaligus media pembelajaran satu-satunya yang tidak ada gantinya. 
Media Pembelajaran
(Sumber gambar: Blog.unnes.ac.id)
Selain dituntut dalam pemanfaatan media pembelajaran, guru juga harus mencari dan merencanakan sumber belajar lainnya baik hasil rancangan sendiri ataupun sumber yang sudah tergelar di sekililing sekolah dan masyarakat. Guru yang kreatif dan peduli pada siswanya maka ia akan berusaha bagaimana memudahkan siswa dalam belajar, salah satunya dengan penggunaan media tersebut, karena media pada dasarnya adalah alat bantu dalam belajar.

Ketika seorang guru telah menggunakan media pembelajaran bukan berarti akan lebih baik dan mudah mengajarnya, karena belum tentu siswa dapat menerimanya dan tertarik dengan media tersebut. Ketidak tertarikan siswa terhadap media adalah dengan menunjukkan sikap ogah-ogahan dan tidak semangat untuk melakukan proses pembelajaran jika menggunakan media pembelajaran tertentu. Sehingga apabila media tersebut dipaksakan untuk digunakan mengakibatkan posisi siswa akan terbebani, dari merasa terbebani tersebut siswa tidak akan tertarik karena sebelum memanfaatkan media tersebut, siswa sudah harus dihadapkan masalah-masalah untuk menggunakan dan memahami media yang digunakan. Mulai dari itu mereka tidak akan tertarik pada media yang sama di kemudian hari. Sehingga hal itu akan menghasilkan kebosanan, kemalasan dan membebankan resiko pembelajaran kepada siswa. Dan pada akhirnya tujuan pembelajaran yang seharusnya dilakukan secara efisien dan efektif tidak berjalan dengan baik.

Perlu diketahui bahwa media tertentu belum tentu cocok dengan semua mata pelajaran, jadi memang dibutuhkan pengolahan materi pembelajaran lebih lanjut untuk disampaikan dengan menggunakan media tersebut. Kecocokan antara materi pembelajaran dengan media belum tentu akan menghasilkan proses pembelajaran yang baik apabila guru tidak menyampaikan materi melalui media pembelajaran dengan baik pula. Oleh karena itu, kadang kala siswa akan merasa kurang tertarik untuk memanfaatkan media pembelajaran karena membutuhkan proses lama untuk mencerna materi pembelajaran.

Dari berbagai permasalahan yang muncul ketika seorang guru menggunakan media pembelajaran, maka di samping masalah pasti ada solusi untuk memecahkannya. Meningkatkan kualitas dan kecakapan guru dalam memanfaatkan media pembelajaran, selain juga membentuk sistem mental bagi semua guru untuk memanfaatkan media pembelajaran secara profesional dan sadar. Yang terpenting adalah membentuk mindset untuk secara sadar menggunakan media pembelajaran dalam mengajar, setelah itu baru mengadakan pelatihan pemanfaatan media pembelajaran.

Fungsi pelatihan adalah membantu guru dalam memperoleh pengetahuan dan keterampilan dalam memproduksi dan mengembangkan media pembelajaranm. Karena kesadaran untuk memanfaatkan media jauh lebih penting dari pada pelatihan memanfaatkan media tertentu, apa faedanya jika guru mahir memanfaatkan media tetapi tetap malas menggunakannya atau memanfaatkan media hanya untuk menggantikan posisi kehadirannya. Pelatihan bisa dilakukan dengan membentuk sebuah forum nonformal yang mengundang ahli media pembelajaran.

Alangkah lebih baiknya dalam kegiatan belajar dibentuk sebuah kesepakatan antara guru dan siswa mengenai materi dan media yang akan digunakan, sehingga pembelajaran bisa berjalan dengan efektif dan siswa sebagai penerima bisa menikmati kegiatan belajar tersebut. Dengan begitu semoga media menjadi alat bantu baik guru maupun siswa dan bukan sebagai permasalahan baru.


Post a Comment

0 Comments