Righ Header

Cara Menjaga Generasi Muda Sebagai Aset Bangsa

Aset bangsa? Sebenarnya apa dan siapa sih yang dimaksud dengan aset bangsa ?

Negara Indonesia merupakan sebuah negara berkembang yang kaya akan budayanya, alamnya serta rakyatnya. Semua elemen tersebut merupakan sebuah aset bangsa yang dapat menjadikan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang maju, dengan catatan apabila semua elemen tersebut dapat dijaga dan dikembangkan dengan maksimal. Namun pada kenyataannya, Indonesia sendiri belum mampu menjaganya dengan baik, seperti misalnya Pulau Sipadan dan Ligitan yang berada di Selat Makassar.

Sipadan dan Ligitan secara de jure berada di wilayah Indonesia, sayangnya secara de facto Malaysia lebih dominan melakukan pembangunan bahkan dibangun resort wisata eksklusif. Selain itu, Malaisya juga mengklaim bahwa Reog Ponorogo yang jelas-jelas asli dari Indonesia merupakan budaya miliknya dengan mengubah nama Reog Ponorogo menjadi Tarian Barongan. Belum lagi lagu daerah yang berjudul rasa sayange yang juga diklaim sebagai lagu milik Malaisya. Itu semua merupakan bukti nyata bahwa Indonesia sendiri belum mampu menjaga aset bangsanya dengan baik.
pendidikan karakter generasi bangsa
src img http://bankhusnicreative.blogspot.co.id
Selain memiliki aset bangsa berupa keberagaman budaya dan kekayaan alam yang melimpah, aset yang tak kalah penting yang perlu dijaga, dipelihara, dikembangkan dan dilindungi yaitu rakyatnya sendiri. Bangsa Indonesia sangat membutuhkan sekali rakyat yang cinta dengan bangsanya, yang damai, saling menyayangi, saling mengasihi, memiliki sikap toleran yang mampu menghargai sebuah perbedaan baik suku, ras, bahasa, etnis serta agama. Melihat realita yang ada belakangan ini banyak sekali masalah-masalah yang menunjukkan bahwa rakyat sebagai aset terpenting yang dimiliki bangsa Indonesia tidak semakin membaik justru sebaliknya yaitu memburuk, seperti halnya perang antar suku, tawuran antar pelajar, pejabat yang korupsi dan lain sebagainya.

Untuk dapat memperbaiki dan memelihara aset terpenting ini, maka pendidikan anak usia dini sangatlah dibutuhkan bagi bangsa Indonesia memingat pentingnya pendidikan anak usia dini sebagai titik sentral strategi pembangunan sumber daya manusia serta anak yang mendapat pembinaan sejak dini akan dapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan fisik maupun mental yang akan berdampak pada peningkatan prestasi belajar, etos kerja, produktivitas, pada akhirnya anak akan mampu lebih mandiri dan mengoptimalkan potensi yang dimilikinya.Sebuah bangsa akan maju apabila memiliki ganerasi yang berkualitas, tidak hanya cerdas secara akademik namun yang terpenting adalah cerdas secara emosional, juga spiritual. Sesuai dengan pendapat Daniel Goleman yang menjelaskan bahwa kecerdasan emosional dan sosial dalam kehidupan diperlukan 80%, sementara kecerdasan intelektual hanyalah 20% saja.

Lalu bagaimana cara menjaga generasi berkualitas sebagai aset untuk memajukan bangsa?

Mahatma Ghandi memperingatkan bahwa tujuh dosa paling fatal diantaranya yaitu pendidikan tanpa karakter. Jelasnya, untuk dapat menjaga generasi berkualitas sebagai aset untuk memajukan sebuah bangsa yaitu dengan cara menerapkan pendidikan karakter pada anak sedini mungkin.Suyanto (2009) mendifinisikan karakter sebagai cara berpikir dan prilaku yang menjadi ciri individu untuk hidup dan bekerja sama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Sedangkan pengertian pendidikan karakter adalah suatu usaha yang disengaja untuk membantu seseorang sehingga ia dapat memahami, memperhatikan, dan melakukan nilai-nilai etika yang inti (Lickona).

Banyak sekali nilai-nilai dalam pendidikan karakter yang harus ditanamkan pada anak sejak usia dini diantaranya, sikap toleransi, saling menyayangi, religius, jujur, sopan, disiplin, bertanggung jawab, mandiri, kreatif, cinta tanah air, cinta damai, tekun, komunikatif, peduli lingkungan, saling menolong, rasa ingin tahu yang tinggi, dan sikap terpuji lainnya. Pendidikan karakter hendaknya ditanamkan sejak usia dini, karena anak usia dini merupakan usia golden age yang mana pada usia ini anak mampu menerima rangsangan dengan baik, nilai-nilai atau sikap terpuji yang ada pada pendidikan karakter jika ditanamkan pada anak sejak usia dini akan berpengaruh besar pada kehidupannya dikemudian hari. Untuk itu sebagai orangtua sebisa mungkin memanfaatkan masa emas pada anak dengan sebaik mungkin. Karna lingkungan keluarga merupakan faktor terpenting dalam penanaman pendidikan karakter, di luar faktor pendidikan dari sekolah serta lingkungan sosial.

(Lailatul Sholehah)

Post a Comment

0 Comments