Righ Header

Asap Mereda, Teknologi Sederhana untuk Sekolah Aman Asap

Sekolah Jambi

Kabut asap yang terjadi di beberapa titik wilayah Indonesia memang cukup menarik perhatian pemerintah. Beberapa hari ini memang terjadi hujan yang cukup lebat di beberapa titik yang terkena dampak kebakaran hutan. Sudah seharusnya pemerintah memiliki langkah preventif dalam mengatasi kabut asap tersebut. Bahaya kabut asap sudah tidak bisa dihindari lagi. Walaupun beberapa hari ini kabut asap mereda karena hujan di wilayah asap, Presiden Joko Widodo menegaskan agar tetap waspada dan tidak lengah jika sewaktu-waktu terjadi kembali. Presiden Joko Widodo kembali menegaskan akan menghentikan izin penanaman gambut disekitar wilayah hutan. Sehingga bencana kebakaran hutan saat musim kemarau akan terminimalisir.

Salah satu langkah tanggap asap yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Budayaadalah dengan melakukan kerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB). Langkah tersebut adalah dengan merancang Sistem Sekolah Aman Asap. Uji coba sistem teknologi sederhana tersebut telah dilaksanakan pada 27-28 Oktober lalu dengan mengunjungi sekolah di SD Padang. Namun tidak ada perubahan dalam pelaksanaan Ujian Nasional di seluruh sekolah wilayah kabut asap. Sekolah aman asap itu Kemudian Presiden Joko Widodo didampingi oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani dan Mendikbud Anies Baswedan mendatangi sekolah yang menggunakan Sistem Sekolah Aman Asap di Jambi.

Bahan-bahan yang digunakan cukup sederhana, yaitu kasa filter/penyaring, aquarium kecil/ember, kipas angin (kipas exhauster) dan tumbuhan ganggang atau alga hijau. Pertama, semua ventilasi ruangan kelas ditutup dengan kasa penyaring air aquarium atau bisa diganti dengan kain basah. Kemudian sediakan aquarium ukuran kecil (jika tidak ada, bisa diganti dengan ember). Lalu ganggang atau alga hijau untuk diletakkan di dalam aquarium. Alat yang terakhir kipas angin untuk percepatan sirkulasi udara.Ganggang berfungsi untuk menyerap CO2 dan memproduksi oksigen dalam ruangan. Kelas yang mulai dipasang dengan alat tersebut memang tampak lebih segar udaranya dibandingkan dengan kelas yang belum terpasang alat tersebut. Jika dilihat dari biaya pemasangan alat tersebut, satu kelasnya menghabiskan biaya sebesar 2 Juta Rupiah. Pemerintah sudah seharusnya membangun sistem sekolah aman asap tersebut. Sudah seharusnya siswa mendapatkan fasilitas yang memadai dan mendukung dalam kegiatan belajar-mengajar.

Saat kabut asap melanda, pendidikan tidak boleh berhenti karena hal tersebut. Sehingga dengan adanya sekolah aman asap tersebut, pendidikan tidak macet dan siswa tetap bisa mengenyam pendidikan dengan keadaan yang kondusif. Jambi merupakan wilayah yang terkena dampak asap terparah. Pemerintah pernah menyarankan untuk meniadakan kegiatan belajar mengajar jika indeks baku Pencemar Udara (ISPU) berada diambang batas. Kemudian, selama libur karna asap, pihak sekolah harus memberikan tugas terstruktur bagi siswa agar siswa tetap belajar. Adanya tunjangan profesi dan tunjangan lainnya tetap diberi selama sekolah diliburkan karna asap. Kemdikbud menegaskan supaya tidak memungut biaya berat bagi warga selama kabut asap terjadi. Kemdikbud akan memberikan bantuan sosial bagi pihak sekolah. Akhirnya pemerintah membuat sistem Sekolah Aman Asap di beberapa sekolah daerah Jambi.

Jika dilihat ke belakang, tidak hanya tahun ini saja wilayah tersebut terkena dampak kabut asap, namun tahun-tahun sebelumnya juga sempat terjadi. Bahkan Lembaga Swadaya Masyarakat memperkirakan ada lebih dari 1.000 titik api di area perkebunan sawit di wilayah Indonesia. Kebakaran lahan gambut lebih berbahaya daripada kebakaran yang terjadi di lahan kering. Indonesia memiliki banyak lahan perkebunan sawit. Perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam lahan tersebut sudah seharusnya menindak-lanjuti pengelolaan perkebunan mereka, supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Bahkan siswa menggunakan masker saat sedang di kelas mengikuti pembelajaran. Semoga pembangunan dalam langkah pencegahan tersebut selalu dikembangkan oleh pemerintah daerah, agar pendidikan di Indonesia tidak tersendat lagi. (sumber gambar: jambi.tribunnews.com)

(Rizka Hidayah)

Post a Comment

0 Comments