Righ Header

Urgensi Laboratorium Multimedia Pembelajaran bagi Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan

Keberadaan Laboratorium Multimedia Pembelajaran sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dengan mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan serta segenap civitas akademika UIN Sunan Kalijaga. Laboratorium Multimedia Pembelajaran yang merupakan realisasi dari program Dana Penunjang Pendidikan Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi ini terus berbenah dari waktu ke waktu untuk mengadakan berbagai macam pendidikan dan pelatihan terkait skil mahasiswa di bidang teknologi informasi dan komunikasi khusunya yang terkait dengan multimedia pembelajaran. Beberapa program yang ditrainingkan antara lain: Lectora Inspire, Microsoft Office, SPSS, Desain Grafis, Internet, Adobe Flash, E-Learning, Game Edukatif, dan Aplikasi perkantoran.



Keberadaan Laboratorium Multimedia Pembelajaran ini mendapat tanggapan yang beragam dari berbagai pihak Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. Hasil wawancara eksklusif dengan beberapa mahasiswa menyebutkan bahwa mereka sangat antusias dengan kegiatan pelatihan yang diadakan oleh Laboratorium Multimedia Pembelajaran.

Menurut Aisyah mahasiswa jurusan PAI semester 5 yang telah mengikuti beberapa macam pelatihan yang diadakan oleh Laboratorium Multimedia Pembelajaran, mengatakan bahwa pelayanan yang dia dapatkan dalam setiap pelatihan sudah cukup memuaskan. Aisyah mengatakan tentor dan staff Laboratorium tidak hanya mengajarkan dia tentang bagaimana menguasai berbagai macam program komputer seperti MS office, Desain Grafis, Lectora atau Adobe Flash. Tetapi Aisyah juga mendapat inspirasi dan wacana tentang pemanfaatan teknologi dalam kehidupan. Baginya teknologi membantu dalam banyak hal, sebagai contoh saja ketika dia mengerjakan tugas kuliah atau nantinya setelah menjadi seorang guru pasti membutuhkan software seperti lectora Inspire untuk kebutuhan presentasi atau Microsoft Office Excel untuk membuat nilai raport dan evaluasi pembelajaran.

Sedangkan menurut Nurul mahasiswa yang bercita-cita menjadi guru MI teladan masa depan ketika ditanya mengenai kegiatan pelatihan apa yang paling dia sukai pilihannya jatuh pada Lectora Inspire. Hal ini karena menurut dia sebagai seorang guru di haruskan dapat membuat media pembelajaran yang interaktif, menarik dan komunikatif. Lectora Inspire dapat membantu guru dalam membuat media pembelajaran yang menarik dan mencakup semua aspek pembelajaran, serta cara menggunakan software ini pun tidak terlalu sulit. Berbeda lagi dengan Ahmad mahasiswa jurusan PAI semester 5 ini lebih menyukai pelatihan desain grafis. Hal ini karena menurut Ahmad yang saat ini aktif di berbagai organisasi intra kampus sangat membutuhkan keahlian dalam hal desain grafis yang dapat ia manfaatkan untuk kebutuhan organisasi seperti membuat dokumen publis misalkan baliho, pamflet dan lain sebaginya.

Ketika ditanya mengenai sarana dan prasana yang disediakan semua narasumber mengatakan bahwa kegiatan pelatihan yang diadakan oleh Laboratorium Multimedia Pembelajaran sudah ditunjang dengan sarana dan prasarana yang cukup mumpuni. Hanya saja Ahmad menyayangkan Laboratorium Multimedia Pembelajaran ini belum dilengkapai dengan fasilitas pendukung seperti AC tetapi baru sebatas 5 buah kipas angin dan ruangannya yang terlalu sempit.

Pernyataan lain kembali muncul dari Aisyah yang mengomentari tentang kesadaran mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan yang masih minim untuk tidak dikatakan sedikit dalam hal penguasaan terhadap teknologi pembelajaran. Menurutnya masih banyak mahasiswa yang belum sadar bahwa mahasiswa terlebih calon guru dituntut untuk selalu meningkatkan kemampuannya dalam menggunakan teknologi sehingga bisa memanfaatkannya dalam pembelajaran. Masih menurutnya, pihak fakultas seperti dosen atau juga pemegang kebijakan untuk turut serta memupuk kesadaran terhadap mahasiswa untuk memanfaatkan fasilitas yang sudah ada ini demi kemajuan dunia pendidikan di masa depan. Mungkin perlu dibuat regulasi yang mengikat bagi mahasiswa, meski program pelatihan di Laboratorium Multimedia Pembelajaran ini bukan kewajiban, namun sangat miris ketika melihat fenomena mahasiswa yang setiap hari bergaul dengan laptop atau komputernya tapi hanya digunakan untuk kebutuhan itu-itu saja, yang terkadang justru tidak ada sangkut pautnya dengan aktifitasnya sebagai mahasiswa atau untuk tujuan jangka panjang di masa depan.

(Fadhli/red)
Edisi Cetak: Buletin Lamperan Edisi II/ Desember 2013




Post a Comment

0 Comments