Righ Header

Teknologi dalam Pusaran Peradaban Manusia

Ilmu pengetahuan dan teknologi dalam sejarah kehidupan umat manusia telah menjadi wajah paling realis peradaban masa kini. Teknologi sebagai wujud aplikasi dari kemajuan ilmu pengetahuan digunakan sebagai acuan untuk menginterpretasikan lingkungan beserta isinya guna pemenuhan kebutuhan hidup manusia. Manusia sebagai pribadi yang berubah-ubah memiliki rasa puas dan tidak puas. Ketika ketidakpuasan ini memuncak maka manusia akan mencari segala cara untuk menyelesaikannnya, termasuk menciptakan teknologi. Secara prinsipil teknologi diciptakan sebagai alat untuk menyelesaikan masalah, agar hidup lebih baik, lebih aman, lebih efisien dan lebih mudah. Pekerjaan yang sebelumnya menuntut kemampuan fisik yang lebih besar, kini bisa dikerjakan dengan ringan karena bisa dikerjakan dengan mesin-mesin otomatis yang dengan mudah dioperasikan.

Teknologi dan peradaban umat manusia modern

Teknologi dan peranannya dalam sistem kehidupan telah berangsur menjadi kekuatan super yang mencerminkan peradaban sebuah bangsa. Pengembangan dan rekayasa teknologi atas dasar dahaga ilmu pengetahuan untuk mengungkap rahasia alam terus menunjukkan satu upaya pengokohan posisi kemajuan sebuah bangsa. Sebutan negara super power, adi kuasa, dan negara maju adalah bagi mereka yang telah maju di bidang teknologinya. Kemajuan teknologi menjadi awal bagi keberlangsungan kemajuan di sektor lain seperti ekonomi, kesesahatan, bisnis, pendidikan, politik, sosial dan budaya. Lebih jauh teknologi terus menginvasi dan menginovasi cara hidup masyarakat untuk terus survive dan memenuhi kebutuhannya. Manusia modern dalam perspektif gaya hidup masa kini adalah mereka yang cakap dan canggih menggunakan produk teknologi, dan bangsa modern ialah mereka yang mempunyai budaya mencipta produk teknologi.

Menyoal peradaban berarti memperbincangkan budaya dan sistem kehidupan manusia yang tidak pernah stagnant tetapi selalu dinamis seiring perubahan waktu dan cara hidup manusia itu sendiri. Sebuah sistem kehidupan masyarakat akan terus mengalami perubahan karena manusia itu sendiri pada hakikatnya adalah makhluk mudah bosan dan selalu ingin berubah. Sebagaimana diungkap oleh Hirschman bahwa sikap bosan manusia adalah penyebab dari sebuah perubahan. Perubahan setiap pribadi ini akan melahirkan sebuah pola perubahan baru dalam setiap masyarakat yang tentunya mempunyai ciri khasnya masing-masing. Teknologi adalah salah satu faktor penyebab perubahan struktur sosial budaya, yang karenanya teknologi telah membawa banyak pengaruh bagi aspek-aspek kehidupan, seperti pola komunikasi, interaksi sosial, penemuan-penemuan baru, bahkan sampai timbulnya revolusi.

Cara pandang suatu masyarakat terhadap perubahan yang mampu ditimbulkan oleh teknologi adalah hal mendasar untuk memahami kebermanfaatan teknologi bagi peradabannya. Teknologi adalah sebuah produk, maka ada produsen dan ada konsumennya. Teknologi tidak terjadi seperti munculnya jamur dari dalam tanah, tidak pula seperti air hujan yang turun dari langit. Tetapi teknologi adalah sebuah produk wujud eksistensi suatu masyarakat tertentu. Disinilah awal munculnya sebuah mekanisme penerimaan dan penolakan dalam suatu sistem masyarakat lainnya.

Munculnya istilah “produk barat/ produk sekuler/ produk asing” di masyarakat untuk mendefinisikan sebuah produk teknologi tertentu, adalah satu bentuk respon sosial dalam menerima dan sekaligus menolaknya suatu produk teknologi. Teknologi masih dipandang secara parsial sebagai sesuatu yang jauh, bahkan membahayakan secara mutlak. Beberapa faktor sosial masih menjadi penghambat berkembanganya teknologi dalam suatu masyarakat, seperti prasangka negatif terhadap hal-hal baru, rasa takut akan terjadinya kegoncangan bila terjadi perubahan, kepercayaan dan kepentingan yang tertanan kuat dalam sebuah adat yang menolak pembaruan, faktor ideologis dan pola komunikasi yang ekslusif terhadap perubahan pada masyarakat lain. Pada masyarakat dengan sistem sosial seperti ini lebih cenderung menolak hadirnya teknologi sebagai usaha perlindungan terhadap sistem sosial yang sudah mapan menurut mereka.

Baca Juga: Inovasi Teknologi Futuristik Sebuah Determinasi Masa Depan

Proteksi dan filterisasi akan mampu melahirkan sebuah bangunan peradaban yang kuat berdasar pada kebijakan lokal. Namun proteksi dan filterisasi juga bisa menyebabkan ketertinggalan bahkan keterbelakangan. Dalam konteks dunia teknologi digital yang sangat cepat menyebar, keterbukaan tehadap penerimaan informasi sangat diperlukan sebagai satu jalan menempuh kemajuan. Manusia dalam konsepsi antropologis tidak bisa mengelak dari konteks sosialnya, artinya manusia akan berkembang seiring perkembangan dunianya. Menutup diri atau mengasingkan diri dari peradaban teknologi menjadi hal yang abtstrak saat ini, susah untuk digambarkan dengan imajinasi mind set teknologi, karena melangkah satu kali saja pasti sudah bersentuhan dengan buah karya manusia yang dikembangkan dengan teknologi. Tanpa menutup manfaat dan kelebihan teknologi dalam membangun peradaban manusia modern, teknologi juga tidak luput dari penyalahgunaannya yang juga turut menciptakan dehumanisasi dan tragedi besar kemanusiaan sepanjang sejarah bumi ini ada.

Manusia abad 21 hidup dalam kemewahan yang sekaligus membelenggu kebebasannya, karena dalam segala kemudahan dan kemewahan yang ditawarkan manusia dibelenggu pikirannya untuk selalu bergantung. Perkembangan teknologi robotik yang semakin canggih dan mendekati kemiripan kerja manusia lambat laun memarginalkan beberapa aktifitas bahkan profesi pekerjaan karena lebih praktis jika dikerjakan dengan mesin, meski pada segi lainnya mampu mengefisiensikan dan mempercepat proses kerja manusia. Pola relasi masyarakat menjadi lebih terbuka dan dengan mudah mentransfer informasi tanpa batas sekat apapun, mampu menelusup ke dalam segala kepentingan dan toleransi, namun dengan sendirinya manusia merubah pola pikirnya untuk sesuatu yang instan. Pola transfer informasi dan pengetahuan yang menghubungkan kecerdasan dan pemikiran cenderung pragmatis bahkan lebih condong menuju kemudahan untuk aktifitas plagiasi.

Manusia berfikir dinamis, teknologi terus berkembang, alam memberi kesempatan bagi penghuninya untuk memanfaatkannya, mengeksploitasinya, dan mengimajinasikannya untuk jadi alam baru yang melebihi definisi alam dalam perspektif keilmuan biologi, geografi, hidrologi, klimatologi, fisika, kimia dan lain-lainya. Wajah teknologi saat ini adalah buah karya penelitian dan imajinasi masa lalu, dan untuk masa depan nanti tergantung bagaimana hari ini ilmu pengetahuan dan imajinasi dilakukan. Perkembangan teknologi tidak akan pernah berhenti selama manusia tidak berhenti berfikir bagaimana cara dia untuk tetap hidup dalam berbagai macam dimensinya, baik sosial, ekonomi, politik ataupun agama. Selama itu pula peradaban umat manusia akan terbentuk sebagaimana konsep pemikiran terhadap inovasi teknologi adalah pemikiran untuk mengkonsep kehidupan itu sendiri.

Edisi Cetak: Buletin Lamperan Edisi II/ Desember/ 2013

Post a Comment

0 Comments