Righ Header

Pendaftaran CPNS Online dengan Sistem Computer Assisted Test (CAT)

Berbagai tantangan membangun negeri terus menyambut datangnya pemerintahan Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) yang telah dilantik pada bulan Oktober lalu. Salah satu tantangan baru bagi pemerintahan Jokowi adalah membangun sistem pengadaan CPNS agar semua pelamar dapat melakukan tes dengan sistem Computer Assisted Test (CAT) dari tempat tinggalnya sendiri (secara online). 


Minat masyarakat untuk menjadi abdi negara pada tahun ini bisa dikatakan kian memuncak. Hal ini merupakan satu fenomena sosial, dimana seorang lulusan lembaga pendidikan begitu susahnya mencari pekerjaan di sektor swasta, sehingga mereka lebih memilih untuk berkarir melalui jalur PNS ini karena tentunya dirasa cukup menggiurkan. Bahkan jumlah pendaftar secara online dalam seleksi CPNS 2014 ini medapat rekor Museum Rekor Indonesia (MURI). Menurut catatan, hingga awal Oktober 2014, jumlah pendaftar mencapai 2.603.780 orang, dan masih ada kemungkinan bertambah hingga tiga juta orang. 

Penyelenggaraan seleksi CPNS tahun 2014 ini memang tergolong baru, karena seluruh tes menggunakan sistem Computer Assisted Test CAT. Sistem ini akan mengganti sistem pengisian lembar tes yang sebelumnya dilakukan menggunakan kertas jawaban dan diganti dengan hanya mengisi pada aplikasi soal komputer. Konon penyelenggaraan seleksi CPNS 2014 dengan sistem CAT mampu menghemat penggunaan kertas hingga 504 ton. Penghematan tersebut merupakan hasil survei yang dilakukan secara nasional terhadap kementerian dan lembaga yang melakukan seleksi CPNS. 

Pendaftaran CPNS 2014 cukup dilakukan secara online melalui website Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, dengan meng-input nomor induk kependudukan dan ijasah. Untuk mendaftar tidak perlu melampirkan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK), kartu kuning dari Disnaker, serta surat keterangan sehat dari dokter. Selain memudahkan, hal itu juga menimbulkan efisiensi yang sangat besar, untuk membuat tiga surat keterangan tersebut setiap orang menghabiskan uang kurang lebih Rp 200 ribu, sementara pendaftar mencapai tiga juta orang, berarti terjadi penghematan Rp 600 miliar. Kemudahan dalam pendaftaran, sebagai upaya untuk menciptakan transparansi, obyektivitas dan keadilan. Itu baru dalam tahap pendaftaran, belum lagi pelaksanaan tesnya yang seluruhnya menggunakan sistem computer assisted test (CAT), yang menjamin transparansi dan menutup peluang terjadinya KKN. 

Terdapat banyak manfaat dalam penggunaan sistem CAT, selain manfaat yang telah dikemukakan di atas sistem pendaftaran online ini juga bertujuan untu mempercepat proses pemeriksaan dan laporan hasil ujian, menciptakan standarisasi hasil ujian secara nasional, mewujudkan transparansi, obyektifitas, akuntabel, dan bebas korupsi kolusi dan nepotisme. Sistem pendaftaran ini memiliki banyak keunggulan, diantaranya yaitu, peserta tes dapat mendaftarkan diri di mana saja cukup melalui internet, peserta tes dapat dinilai langsung sesuai dengan hasil yang diperoleh, keseluruhan materi soal tes komputerisasi dasar (tes pengetahuan umum, tes bakat skolastik dan tes skala kematangan) dan tes kompetensi kepegawaian (tes pengetahuan umum, tes substansi kepegawaian, dan tes skala kematangan) dapat diakses melalui komputer, penilaian dilakukan secara obyektif, peserta ujian dapat segera mengetahui capaian nilai (skor) yang diperoleh setelah ujian selesai, serta beberapa manfaat lainnya yang menjadikan sistem CAT ini menjadi memudahkan bagi siapapun yang ingin mendaftar dan mengikuti seleksi CPNS. 

Segala sesuatu selalu berlaku nilai kelebihan dan kekurangan. Selain memiliki kelebihan yang telah diurai di atas, sistem CAT juga mempunyai kekurangan yaitu, yang pertama; kesiapan server pusat maupun daerah. Pada pendaftaran CPNS 2014 ini terdapat banyak instansi yang sepertinya belum mempersiapkan segala perangkat teknis penyelenggaraan sistem CAT dengan baik. Hal ini bisa dilihat dari beberapa instansi pusat maupun daerah yang berulang kali mengubah jadwal pendaftaran maupun jadwal pelaksanaan ujian. Perubahan yang tidak jelas ini seringkali membingungkan bagi calon pelamar, terlebih yang tidak setiap hari terkoneksi dengan internet sehingga harus bersusah payah untuk terus mengetahui terkait perubahan informasi. 

Kelemahan yang kedua: adanya beberapa instansi yang melakukan dua macam test yaitu test CAT dan wawancara. Sistem ini dikhawatirkan akan menimbulkan kecurangan, karena peserta yang sudah lulus pada tahap CAT, bisa saja gagal (digagalkan) pada waktu tes wawancara dikarenakan adanya permainan dari pihak dalam. Sehingga transparansi dan akuntabilitas yang semula digagas melalui sistem CAT ini bisa mentah kembali. Artinya meski telah menggunakan sistem informasi, tetapi aspek pengawasan terhadap transparansi tetap harus ditekankan agar hasil akhirnya tidak mengecewakan. 

Kelemahan yang ketiga; bukan rahasia umum lagi bahwa teknologi dan informasi di negeri ini masih sangat minim khususnya untuk daerah-daerah yang belum terjangkau jaringan internet. Keterbatasan sarana sistem ini menyebabkan pelamar harus tetap ujian di daerah-daerah yang ditunjuk, misalkan saja untuk di Daerah Istimewa Yogyakarta dipusatkan dibeberapa tempat saja. Hal ini tentunya berimplikasi pada pendaftar yang tinggal di kabupaten atau tepatnya kampung yang jauh dari tempat tes dilaksanakan. Padahal ini secara online, seharusnya bisa diakses dari mana saja. 

Sistem CAT memiliki karakteristik: (a) Aplikasi dijalankan pada komputer dengan Platform Windows berbasis WEB guna mempermudah pengembangan jangka panjang, (b) Aplikasi menggunakan narasi untuk menjelaskan bahasan yang disajikan pada monitor komputer, (c) Aplikasi disertai video gerakan mouse, sehingga pengguna dapat dengan mudah menggunakannya. 

Proses sistem CAT ini secara teknis, para peserta yang mengikuti tes CPNS menerima soal secara online, kemudian langsung menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada. Jawaban yang diberikan tersebut akan langsung masuk ke server atau database pusat dan dikumpulkan di sana. Setiap peserta akan langsung mengetahui skor atau nilai hasil ujian setelah selesai mengerjakan soal-soal CPNS, kemudian setiap peserta akan mendapatkan soal yang berbeda-beda untuk tingkat kesulitan yang sama karena bank soal akan diacak oleh program CAT ini. Kerahasiaan soal akan terjamin karena tidak membutuhkan lembar soal dan Lembar Jawaban Kerja (LJK). Begitu juga dengan penilaian yang dilakukan secara objektif dan transparan karena yang memeriksa hasil ujian langsung oleh sistem aplikasi CAT. 

Sistem CAT tidak bisa direkayasa, sebab sistem komputer akan langsung memeriksa jawaban tiap peserta. Meski tesnya tidak serentak, setiap soal akan berbeda antar peserta. Apalagi badan penyelenggara CPNS telah memiliki bank soal yang memuat hingga puluhan ribu soal.
Setiap instansi seharusnya lebih dulu mensosialisasikan sistem Cat ini ke publik dengan mengadakan simulasi. Simulasi CAT penting untuk peserta agar tidak kesulitan dalam tes, sebab banyak terjadi peserta tes gagal hanya karena salah memasukkan nomor peserta atau hal-hal teknis lain. Dengan diadakannya sistem CAT ini bertujuan untuk mempermudah pelaksanaan pendaftaran dan penyeleksian CPNS, oleh karena itu diperlukan kesadaran dan persiapan yang matang baik bagi pendaftar maupun pihak penyelenggara agar sistem dan proses ini benar-benar mampu menjadi solusi bagi kemudahan dan transparansi seleksi CPNS di negeri ini. 


Lathifah Vajarini
Edisi Cetak: Buletin Lamperan Edisi IV/ Desember 2014

Post a Comment

0 Comments