Righ Header

Musik, Budaya dan Pengaruh Teknologi


Siapa yang tak kenal dengan musik? Tentu semua orang mengenal banyak instrumen-instrumen musik yang dijadikan paduan dalam menciptakan melodi yang membawa pendengar musik berada di antara ritme-nya. Era globalisasi yang selalu berkembang pesat ini telah menjadi magnet bagi para insan di dunia. Hampir semua bidang di lapisan masyarakat tak lepas dengan teknologi. Dahulu, sebelum masuk dalam pesatnya globalisasi, musik hanya bisa didengarkan lewat radio atau bahkan secara langsung dalam suatu acara. Berbekal peralatan musik yang besar sehingga harus dipikul kesana-kemari demi menciptakan harmoni yang indah bagi penikmat musik. Musik tak lepas dari adanya budaya. Sehingga, terkadang adapula orang yang menganggap bahwa musik merupakan budaya.
Mendengarkan musik merupakan suatu kegiatan yang bersifat auditif yang artinya adalah menangkap bunyi, suara, atau nada melalui indera pendengaran. Adapula yang mendengar musik dengan secara imajinatif sehingga tidak melalui indera pendengaran secara totalisasinya. Musik terlahir dalam tradisi masyarakat sesuai dengan zamannya. Sehingga musik memiliki banyak fungsi.
Musik bisa berfungsi sebagai media pendidikan. Contohnya seperti dalam media pembelajaran, iklan-iklan, dan lain-lain.
Musik bisa berfungsi sebagai sarana upacara. Banyak upacara keagamaan yang menggunakan musik. Sehingga musik dalam fungsi ini tak bisa lepas dari adanya pengaruh budaya, adat-istiadat, religius, dan tradisi. 
Musik sebagai media hiburan. Musik dalam fungsi ini bisa diumpamakan pelepas penat. Musik jenis ini juga banyak digunakan di era ini dalam banyak jenis permainan dan ragam musik kreasi.
Musik sebagai media komunikasi. Musik ternyata juga bisa menjadi sarana komunikasi. Dengan adanya bermacam-macam harmoni yang disajikan, serta makna yang ada dalam suatu lagu saat ini mampu menyampaikan informasi.
Bahkan, saat ini, musik juga bisa digunakan untuk pengobatan dan meditasi. Ada banyak jenis musik yang terlahir dari masyarakat, seperti musik tradisional, musik kontemporer, musik klasik, musik modern, dan lain-lain. Musik tradisional merupakan musik yang dipengaruhi oleh adanya adat dan tradisi. Sehingga musik tradisional bisa disebut ada karena budaya di lingkungan masyarakat. Musik tradisional merupakan musik yang sangat memiliki makna kuat dari leluhur, sehingga musik tradisional ini jangan sampai dilupakan atau tak dikenali oleh masyarakat. Seperti di pulau Jawa, salah satu  instrumen musik yang digunakan dalam musik tradisional di pulau Jawa yaitu gamelan, Adapun jenis musik lainnya yaitu musik klasik. Seiring perkembangan zaman, tak bisa dipungkiri musik telah dipengaruhi oleh kasta masyarakat. Banyak kalangan bangsawan, serta istana mulai menggunakan musik klasik pada abad ke-18. Musik klasik lebih bernuansa kuat dalam nilai dan norma-nya. Sehingga kalangan bangsawan, istana, dan keraton lebih cenderung pada musik klasik ini.

Adapun musik lainnya yaitu musik modern. Musik modern bisa disebut sebagai perpaduan antara musik tradisional dan musik klasik. Musik modern cenderung lebih memberi nuansa baru pada para pendengar musik. Musik modern masih mengandung makna dalam masyarakat. Sehingga tanpa terasa, karena adanya arus globalisasi yang berkembang pesat, kini banyak bermunculan musik-musik yang tidak beraturan. Adanya instrumen musik yang beragam, hingga mampu menciptakan banyak lagu, dari yang penuh makna, hingga tak bermakna. Musik bebas ini  disebut musik kontemporer. Musik kontemporer ini bebas, baik dalam kandungan makna, maupun dalam ritme serta fungsinya.

Saat ini telah bermunculan banyak jenis musik. Salah satu musik yang berkembang saat ini adalah musik R&B, musik pop, musik hip-hop, dan lain-lain. Tak bisa dipungkiri juga bahwa perkembangan musik di negara Indonesia telah memasuki fase bebas. Adanya pengaruh dari banyak negara yang memperkenalkan musik-musik mereka, menjadikan negara kita tak ingin kalah saing. Awalnya banyak bermunculan banyak grup band pop-rock di Indonesia yang bermodalkan instrumen gitar, bass, drum, piano, dan vocalist. Disusul dengan munculnya musik hip-hop dan R&B yang seakan ingin mengambil alih musik pop. Hingga Korea memperkenalkan musik populernya yang kerap disebut dengan boyband-girlband, Jepang dengan musik-musik yang berbaur dalam anime-nya, India dengan penari-penari perutnya, dan masih banyak lagi. Jika dilihat kembali, musik di Indonesia saat ini sangat tak karuan jenisnya. Sampai-sampai musik di Indonesia banyak meniru style negara lain. Tak bisa disalahkan karena yang namanya globalisasi tak bisa dihindari, namun harus diputar balikka menjadi sebuah peluang.

Adanya gadget serta teknologi yang terus berkembang, menjadikan penikmat musik tidak mudah bosan dengan musik-musik saat ini. Saat ini, mendengarkan musik tak harus melalui radio saja, bahkan seseorang bisa membeli kaset original untuk menikmati suatu musik. Banyak layanan situs-situs di internet yang menyajikan bermacam-macam musik, baik dari tradisional, hingga musik yang sedang menjadi haluan saat ini. Bahkan untuk memainkan musik secara sederhana saja, mampu kita jangkau dalam genggaman tangan kita. Banyak aplikasi dari smartphone yang menawarkan pengguna untuk bermain alat musik melalui gadget. Seperti Magic Piano, Smulle, dan banyak lagi. Untuk belajar menguasai alat musik pun saat ini tak perlu mencari master dari instrumennya. Cukup mencari tutorial dan belajar secara otodidak dengan smartphone.

Musik, budaya, dan teknologi, merupakan satu kesatuan yang terus berkembang di lapisan masyarakat. Tentu kita sebagai orang Indonesia harus memahami hubungan musik dan budaya, serta tidak menyalahkan adanya globalisasi yang membawa musik melalui teknologi yang ada. Sebagai pendengar yang bijak, sudah seharusnya kita mampu memilih mana lagu yang baik, bermakna, maupun yang mengandung unsur instrumen yang kental. Sudah selayaknya bangsa kita yang mengenalkan budaya kita kepada negara lain, bukan justru meniru budaya negara lain yang tidak sesuai dengan norma negara kita. Jaga dan cintai tanah air kita, bahasa kita, serta budaya kita, Indonesia.

(Rizka Hidayah)

Post a Comment

0 Comments