Righ Header

Deteksi Bakat dan Minat Anak Usia Dini


Minat, PAUD

Apa itu deteksi bakat dan minat ? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia yang dimaksud dengan deteksi yaitu usaha menemukan dan menentukan keberadaan, anggapan, atau kenyataan. Sedangkan yang dimaksud dengan bakat yaitu kemampuan yg sudah ada atau dibawa sejak lahir dan minat merupakan kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu. Jadi yang dimaksud dengan deteksi bakat dan minat yaitu usaha untuk menemukan suatu potensi atau bakat yang ada pada diri sesorang sejak lahir sesuai dengan apa yang diminatinya.
Bagaimana cara mendekteksi bakat dan minat anak? Tidak sedikit orang tua yang penasaran atau ingin tahu apa bakat dan minat yang ada pada diri anaknya. Padahal dengan intensitas kebersamaan mereka dapat dijadikan sebagai cara untuk mendeteksi apa bakat dan minat anaknya. Hal yang perlu dilakukan orang tua untuk dapat mengenali bakat dan minat anaknya dapat dilakukan dengan berbagai macam kegiatan. Seperti mengajak anak ke musium, mengajak anak untuk bersosialisasi dengan lingkungan, mengajak anak untuk berrekreasi ke alam bebas, mengajak anak untuk bernyanyi, melihat lukisan dan benda-benda seni, menonton teater, mendengarkan dongeng. Semua kegiatan itu akan menyenangkan bagi anak. Tidak hanya dapat mengisi waktu luang tetapi juga mampu menambah wawasan bagi anak, serta peran orang tua disini mengamati kegiatan apa yang paling diminati anak. Sehingga orang tua mampu memberi pijakan dan stimulus yang tepat sesuai dengan minat anak. Untuk dapat memeberikan pijakan serta stimulus yang tepat, maka sebagai orang tua juga harus mengetahui tentang bagaimana konsep tentang kecerdasan. Berikut sedikit penjelasan tentang macam-macam kecerdasan.

Macam-macam kecerdasan : 

Kecerdasan Bahasa
Kecerdasan bahasa atau verbal-liguistik berkaitan erat dengan kata-kata, baik lisan maupun tertulis beserta dengan aturan-aturannya. Seorang anak yang cerdas dalam verbal-linguistik memiliki kemampuan berbicara yang baik dan efektif. Ia juga cenderung dapat mempengaruhi orang lain melalui kata-katanya. Mungkin pula, ia suka dan pandai bercerita serta melucu dengan kata-kata.

Kecerdasan Logika-Matematika
Kecerdasan logika-matematika berkaitan dengan kemampuan mengolah angka atau kemahiran menggunakan logika. Anak-anak yang mempunyaikelebihan dalam kecerdasan logika-matematika tertarik memanipulasi lingkungan serta cenderung suka menerapkan strategi coba-ralat.

Kecerdasan Fisik-Kinestetik (Body Smart)
Kecerdasan fisik adalah suatu kecerdasan di mana saat menggunakannya kita mampu melakukan gerakan-gerakan yang bagus, berlari, menari, membangun sesuatu, semua seni dan hasta karya

Kecerdasan Visual-Spasial
Kecerdasan visual-spasial berkaitan dengan kemampuan menangkap warna, arah dan ruang secara akurat serta mengubah penangkapannya tersebut ke dalam bentuk lain seperti dekorasi,arsitektur, lukisan, patung

Kecerdasan Musikal (Musical Smart)
Kecerdasan musical yaitu kemampuan menangani bentuk-bentuk musikal, dengan cara mempersepsi (penikmat music), membedakan (kritikus musik), mengubah (komposer), mengekspresikan (penyanyi).

Kecerdasan Interpersonal (People Smart)
Kecerdasan Interpersonal adalah berpikir lewat berkomunikasi dengan orang lain. Ini mengacu pada “keterampilan manusia”, dapat dengan mudah membaca, berkomunikasi, dan berinteraksi dengan orang lain.

Kecerdasan Intrapersonal
Kecerdasan interpersonal atau orang biasa memberi istilah sebagai pintar bergaul, yang artinya orang yang cerdas berinteraksi dengan orang lain. Disini, yang menjadi fokus kajian adalah kecerdasan intrapersonal yang merujuk pada kesukaan untuk menyendiri, mengatur aktivitas, dan mampu bekerja sendiri.

Kecerdasan Naturalistik
Orang yang memiliki kecerdasan naturalistik yang kuat mempunyai ketertarikan pada dunia luar atau dunia binatang, dan ketertarikan ini mulai muncul sejak dini. Mereka menyukai subjek, cerita-cerita, dan pertunjukan yang berhubungan dengan binatang dan fenomena alam.

Kecerdasan Eksistensi-Spiritual

Banyak pandangan yang melihat betapa pentingnya kecerdasan yang kesembilan, kecerdasan eksistensial (cerdas bertanya, cerdas kosmik, cerdas spiritual, atau cerdas metafisika) dalam kehidupan. Kemungkinan adanya kecerdasan yang kesembilan ini telah disinggung oleh Gardner dalam berbagai kajiannya. Dia mengatakan bahwa kecerdasan eksisitensial kemungkinan terejawantahkan dalam diri seseorang yang berada dalam suatu keprihatinan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan fundamental tentang eksistensi (keberadaan) atau pertanyaan tentang kerumitan suatu eksistensi (Wilson, 2011). Bahkan, Gardner (1999:60) mengusulkan definisi tentang kecerdasan eksistensial yang dipandang sebagai kemampuan untuk menempatkan diri dalam hubungannya dengan suatu kosmos yang tak terbatas dengan sangat kecil serta kapasitas untuk menempatkan diri dalam hubungannya dengan fitur-fitur eksistensial dari suatu kondisi manusia seperti makna kehidupan, arti kematian, perjalanan akhir dari dunia fisik dan psikologis, dan pengalaman mendalam tentang cinta kepada orang lain atau perendaman diri secara total dalam suatu karya seni. Secara khusus, Gardner tidak mengusulkan bahwa terdapat kecerdasan spiritual, religius, atau moral berdasarkan kebenaran dari suatu keyakinan individu, golongan, kelompok, atau institusi tertentu.

Dengan mengetahui macam-macam kecerdasan tersebut, dapat memudahkan orangtua atau pendidik untuk mendeteksi apa bakat yang ada pada diri anak dan tentunya dengan menyelaraskan sesuatu yang diminati anak.

(Lailatul Sholehah)
 

Post a Comment

0 Comments