Righ Header

Bayang-bayang Teknologi dibalik Kokohnya Demokrasi


“Setiap teknologi yang anda lihat hari ini adalah sihir dimata nenek moyang anda.”

Bisa dibilang tahun 2014 ini adalah tahunnya pesta demokrasi bagi rakyat Indonesia, karena pada tahun ini dilaksanakan dua pemilihan umum atau yang lebih dikenal dengan pemilu yaitu Pemilu capres dan cawapres dimana pemilu ini rakyat-lah yang akan menentukan nasib negara ini dengan terpilihnya presiden dan wakil presiden mendatang. Kemudian pemilu Legislatif yang sudah dilaksanakan 9 April yang lalu dan diikuti oleh seluruh partai politik di Indonesia, pemilu ini yang akan menentukan siapa saja wakil-wakil rakyat yang akan duduk dikursi DPR, DPD dan DPRD.

Perjalanan politik yang sedemikian rupa tidak lepas dari hebatnya peran teknologi. Dalam penyelenggaraan pemilu, kata quick count pasti sudah tidak asing di telinga kita, Quick count atau penghitungan cepat atau sebagian kalangan menyebutnya exit poll pertama kali muncul pada tahun 1986 di Philipina yang dilakukan oleh sebuah LSM yang bernama NAMFREL dalam sebuah pemilu. Di Indonesia sendiri metode quick count pertama kali dilaksanakan pada pemilu tahun 1997 kemudian pada pemilu tahun 1999.

Quick count bertujuan agar memudahkan proses penghitungan suara yang masuk dari tempat pemungutan suara atau yang lebih dikenal dengan TPS yang tersebar di setiap daerah di seluruh Indonesia, quick count inilah yang akan menentukan jumlah perolehan suara sementara dan hanya membutuhkan hitungan jam setelah proses pemungutan suara berakhir. Sangat cepat bukan? Sudah kita ketahui bahwa dalang dibalik semua itu tidak lain dan tidak bukan adalah satu makhluk tuhan hasil kreasi manusia yang bernama teknologi. Bagaimana bisa kita mengetahui jumlah ribuan bahkan jutaan suara di tempat yang jauh dalam waktu yang sangat singkat. Tidak mengherankan jika kita merasa semuanya serba mudah, serba instan dalam melakukan sesuatu berkat teknologi, bahkan hal yang dulu dianggap mustahil dan diluar batas nalar manusia kini bisa terwujud berkat inovasi dan temuan-temuan canggih. Namun tidak dipungkiri bahwa perkembangan teknologi ini memunculkan pro dan kontra dikalangan masyarakat, ada yang mengatakan bahwa pelaksanaan quick count tidak sepenuhnya efektif dalam menentukan polling sementara mengingat proses quick count sendiri melibatkan campur tangan manusia yang akan rentan terjadinya kesalahan ataupun human eror.

Contoh lain kita bisa lihat sekarang berbagai macam cara calon legislatif yang menggunakan berbagai media seperti media cetak, media elektronik, ataupun sosial media untuk berkampanye, mereka berusaha mendapatkan perhatian dan suara dari masyarakat. Bahkan presiden Amerika Serikat yakni Barrack Obama getol melakukan kampanye di jejaring sosial Facebook yang ternyata menarik banyak perhatian warga Amerika Serikat dan menjadikannya orang nomor wahid di negara adidaya tersebut selama dua periode. Ada juga Walikota Bandung yaitu M. Ridwan Kamil, pria kelahiran 4 Oktober 1971 ini mempunyai sebuah akun Twitter yang hampir setiap harinya digunakan untuk menyapa warga bandung, Bapak walikota bandung ini tidak segan-segannya berinterkasi dengan melakukan tanya jawab dengan masyarakat bandung seputar apa saja yang berhubungan dengan kota yang dikenal dengan kota kembang ini. Beliau selalu terbuka menerima kritik dan saran dari masyarakat demi majunya kota bandung, dengan demikian aspirasi warga akan tersalurkan dan mereka akan merasa lebih dekat dengan pemimpinnya.

Siapa yang tidak kenal B.J. Habibie? presiden Indonesia ketiga sekaligus wakil presiden ketujuh ini dikenal sebagai bapak industri teknologi Tanah Air. Melalui slogan Hi-Tech-nya, pria bernama lengkap Bacharuddin Jusuf Habibie ini pernah membuat negara-negara lain kagum ketika Indonesia mampu membuat pesawat terbang dengan sepenuhnya merupakan karya anak bangsa. Sebuah prestasi yang akan selalu terkenang karena sampai saat ini Indonesia belum mampu untuk sekedar bangkit kembali dalam bidang industri dirgantara. Hanya Beliau-lah satu-satunya sosok yang pernah membawa teknologi di Indonesia ke masa keemasanya dengan pengetahuan dan kemahiran yang beliau miliki. Salah satu mantan orang nomor satu di Indonesia ini mungkin bisa dibilang tidak cocok disebut sebagai politisi tapi pemikiran beliau diyakini mampu membuat Indonesia berubah ke arah yang lebih maju. Tidak menutup kemungkinan bagi seorang Habibie untuk kembali membangun industri teknologi nasional menyongsong kebangkitan Indonesia.

Selain B.J. Habibie sebenarnya masih banyak sederetan nama tokoh indonesia yang memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan teknologi dan informasi dan juga telah cukup lama berkontribusi dalam memajukan kesejahteraan khususnya dibidang teknologi dan informatika di Indonesia. Dari berbagai sumber yang penulis dapatkan, berikut adalah daftar nama yang mempunyai andil besar dalam perkembangan teknologi dan informatika di Indonesia:

Onno W Purbo
Beliau dikenal sebagai bapak internet Indonesia. Ia aktif menulis dalam bidang teknologi informasi media, seminar, konferensi nasional maupun internasional terutama untuk memberdayakan masyarakat Indonesia berbasis pengetahuan. Salah satu gagasan yang paling terkenalnya adalah RT/RW-Net yang mengukir sejarah internet Indonesia.

Warsito Purwo Taruno
Beliau adalah seorang ilmuan yang telah berhasil menemukan berbagai alat yang dicari oleh berbagai negara. Ia memulai penelitian di jepang dan lama berkecimpung di dunia ilmu pengetahuan dan teknologi di sana. Setelah pulang ke Indonesia ia langsung mendirikan sebuah laboratorium dan sekarang ia tengah mengembangkan alat pembasmi sel kanker.

I Made Wiryana
Bagi yang sudah berkecimpung di dunia sistem operasi (Operating System) pasti tidak asing dengan orang yang satu ini. Ia adalah seorang pakar di bidang sistem operasi yang bersifat open source yaitu Linux. Ia selalu mencari beberapa referensi untuk memperdalam ilmunya dan hingga sekarang dia semakin ahli hingga terkenal sebagai pakar dalam bidangnya.

Romi Satrio Wahono
Seorang peneliti sekaligus founder ilmukomputer.com salah satu website yang berkontribusi besar bagi para masyarakat Indonesia yang ingin belajar tentang seputar teknologi Informasi. Selain menjadi peneliti dia juga aktif sebagai dosen serta menjadi pembicara di setiap seminar bidang Teknologi Informasi. Ia juga mendapatkan berbagai penghargaan dari Pemerintah Indonesia dan Dinas Pendidikan lewat kontribusinya memberikan pembelajaran mengenai ilmu komputer kepada masyarakat Indonesia melalui website atau beberapa referensi yang di buatnya.

Beberapa tokoh diatas menunjukan bahwa Indonesia sebenarnya memiliki aset yang sangat berharga. Negara ini masih memiliki harapan untuk maju, berkembang dan bersaing. Sayangnya orang-orang seperti mereka kurang mendapatkan perhatian, kontribusi dan manfaat yang mereka berikan kepada bangsa ini kurang tersalurkan. Tidaklah mustahil Indonesia akan menemui titik terang dalam dunia politik jika karakter calon pemimpin mereka selalu inovatif dan kreatif menemukan sesuatu hal baru. Rakyat akan merasakan langsung manfaat kehadiran kemajuan teknologi berkat adanya orang-orang yang selalu berinovasi.

(Syarif Ahmad Zacky Al-Jufri)
Edisi Cetak: Buletin Lamperan Edisi III/ September/ 2014

Post a Comment

0 Comments