Righ Header

Optimalisasi Peran Pendidikan Orang Tua Guna Menekan Kekerasan Terhadap Anak

Informasi tentang kekerasan terhadap anak belakangan ini marak bermunculan di berbagai media. Kekerasan seksual dan juga bentuk kekerasan lainnya seperti penganiayaan terhadap anak masih menjadi fakta miris di Indoneisa. Semakin hari justru semakin bertambah banyak dengan munculnya lagi berbagai kasus serupa di beberapa daerah yang berhasil diungkap oleh pihak kepolisian.

Pemerintah sebenarnya sudah ambil peranan dalam mengatasi gejala ini salah satunya dengan dibentuknya Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Selain itu juga telah diberlakukannya undang-undang tentang perlindungan anak, yang diharapkan bisa memberikan garansi perlindungan kepada anak-anak dari tindak kekerasan. Namun faknya di lapangan adanya undang-undang tersebut belum menjadikan anak-anak merasa sepenuhnya  terlindungi dan membuat jera pelaku tindak kekerasan, pada akhirnya anak-anak pun tetap menjadi korban kekerasan. Akan tetapi sangat tidak bijak kalau kita menyalahkan tindak kekerasan tersebut kepada pemerintah saja. Karena terjadinya tindak kekerasan terhadap anak bisa ditarik dari berbagai sudut pandang, karena tanggung jawab melindungi anak adalah tanggung jawab semua pihak, terlebih lagi bagi orang tua.

Tindak kekerasan terhadap anak-anak memang kerap terjadi. Lebih parahnya pelaku tindak kekerasan terhadap anak banyak yang berasal dari keluarga korban sendiri seperti orang tua atau guru di sekolahnya. Sebagai contoh kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di JIS (Jakarta Internasional School) yang melibatkan karyawan di sekolah tersebut, yang cukup memprihatinkan adalah di sekolah tersebut pernah disinggahi oleh guru yang notabene merupakan buronan FBI pada kasus kekerasan terhadap anak. Orang tua atau guru yang seharusnya melindungi anak justru menjadi momok yang menakutkan bagi masa depan dan keselamatan jiwa sang anak. Anak-anak memang kerap menjadi sasaran empuk bagi pelaku tindak kekerasan, hal ini kemungkinan disebabkan oleh kondisi mental dan fisik anak-anak yang sepenuhya belum matang, kurangnya perhatian dari orang tua dan minimnya pengetahuan mengenai cara mendidik anak yang benar.

Sudah menjadi kewajiban orang tua untuk mendidik anak-anaknya secara tepat dan terarah. Peran dari orang tua bagi masa depan anak tersebut sangatlah penting dibandingkan dengan orang lain. Kesibukan mungkin membuat lupa para orang tua bahwa ada anak-anak yang masih membutuhkan bimbingan, kasih sayang, dan perhatiannya.  

Jika anak itu penting bagi setiap orang tua, mendidik dan mengasuhnya itu seharusnya adalah penting dan menjadi prioritas dalam keseharian. Memberikan kepada mereka waktu dengan kualitas yang baik itu adalah keharusan, bukan sisa waktu dari bekerja. Bekerja itu memang harus, tapi bekerja hanyalah bagian dari  tugas sebagai orang tua agar dapat menghidupi keluarganya. Bila karena sibuk bekerja anak merasa tidak diperhatikan, ini adalah suatu hal yang harus dievaluas,i karena predikat Ayah dan Ibu yang baik baru bisa disandang bila sudah mendidik dan mengasuh anak dengan upaya terbaik dan menghaslkan karakter dan perilaku anak yang terbaik pula.

Pendidikan anak sebagai amanat yang diemban terutama oleh para orangtua memang menuntut adanya kreativitas, dan inovasi yang tak kenal henti. Dunia terus berkembang dalam skala kemajuan yang cenderung tak terprediksi. Maka mendidik anak pun bermakna menyiapkan anak untuk sebuah masa depan yang lebih maju seoptimal mungkin.

Paling tidak ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh orang tua dalam mendidik anak-anaknya, yaitu :
Persiapkan diri
Kita tak selamanya muda, walaupun bangga dengan segudang karya, atau sibuk dengan agenda-agenda pergerakan, ada hal yang tak boleh kita lalaikan sebagai manusia terbaik. Mempersiapkan diri menjadi orang tua serta sebagai penerbit generasi unggul adalah salah satu proses awal.

Siapa itu Anak
Sebagai orang tua kita harus memahami bagaimana karakter dan potensi yang dimiliki oleh anak-anak kita. Sudah menjadi kewajiban para orang tua untuk membekali anak-anaknya dengan pengetahuan dan keterampilan yang menunjang bakat atau potensinya, selain itu orang tua wajib memberikan dasar pendidikan agama yang kuat. 
Yang Harus dilakukan Orang Tua 
Dalam mendidik anak-anaknya orang tua harus memperhatikan kemampuan yang dimilikinya. Jangan sampai anak-anak mendapatkan pendidikan yang salah dari orang tuanya. Untuk itu para orang tua wajib belajar bagaimana cara mendidik sang anak. Hal ini demi masa depan buah hatinya dalam menghadapi tantangan global.
Prinsip Mendidik Anak
Dalam mendidik anak orang tua harus memiliki dasar atau landasan filosofi yang kuat. Dasar filosofi ini hendaknya tertuang dalam setiap gerak dan langkah kegiatan pendidikan. Filosofi ini merupakan landasan dalam terselenggaranya pendidikan. Sebagai sebuah landasan pokok setidaknya dapat dijadikan suatu akar yang saling mengikat, yang harus terus dipegang dalam melaksanakan praktek pendidikan.

Ada beberapa prinsip dalam mendidik anak antara lain sebagai berikut:
  • Prinsip Cinta, Kasih, Sayang dan Kerja Sama sebagai salah satu kebutuhan esensial manusia secara psikis.
  • Prinsip Tauhidiyah yang harus menjadi stimulasi edukatif yang permanen dalam proses mendidik anak
  • Prinsip Ibadah, sebagai tugas kekhalifahan manusia di bumi
  • Prinsip Akhlaq dan Kebiasaan yang Baik sebagai syarat utama pendidikan
Dari uraian diatas dapat kita tarik kesimpulan bahwa mendidik anak itu adalah tanggung jawab semua orang. Sehingga belajar parenting itu penting bagi kita semua. Mari kita persiapkan diri kita untuk memberikan yang terbaik yang kita bisa untuk anak-anak kita. Karena tidak ada yang lebih membanggakan selain memiliki buah hati yang memiliki karakter sholeh dan sholihah, bermartabat serta bermanfaat bagi tata kehidupan sesamanya.

Muhammad Nur Fadhli
Edisi Cetak: Buletin Lamperan Edisi III/ September/ 2014

Post a Comment

0 Comments